Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariyatno, SpPD-KGEH, mengimbau masyarakat membatasi konsumsi daging kurban pada Idul Adha.

Hal ini penting agar tubuh tidak kelebihan asupan makanan dari pagi hingga malam.

>>> The Scarecrow Cetak Rating Tertinggi di Episode Terakhir

"Masa dari pagi sampai malam dari sate, gulai, tongseng sampai rendang? Jangan.

Cukup pagi makan mungkin sate beberapa (tusuk)," kata dr Aru.

Porsi daging yang dibagikan panitia kurban sebenarnya sudah disesuaikan. Namun, setiap orang tetap perlu menyesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing.

"Sudah, sisanya nanti sesuaikan dengan kondisi badan kita. Jangan over," tambahnya.

Pilihan Menu yang Lebih Sehat

Dr Aru merekomendasikan sate sebagai hidangan utama dibandingkan opor. Menu berkuah bening seperti sup juga dinilai lebih aman untuk pencernaan.

"Kalau saya sih sarannya lebih baik sate. Atau kalau perlu jangan opor, tapi dalam bentuk sup bening.

>>> Khaby Lame Ramaikan Game James Bond Terbaru 007: First Light

Itu lebih baik," jelasnya.

Ia juga meluruskan anggapan tentang perbandingan daging kambing dan sapi. Keduanya memiliki nilai gizi dan tingkat kesehatan yang hampir mirip.

"Secara umum daging sapi dengan daging kambing itu memiliki kadar yang hampir mirip.

Meskipun daging kambing itu memiliki kadar sodium yang lebih tinggi sedikit daripada daging sapi," ungkap dr Aru.

Perbedaan tipis kadar sodium perlu diwaspadai, terutama bagi penderita hipertensi. Lonjakan tekanan darah bisa terjadi pada pasien dengan riwayat medis tertentu.

>>> Pemprov DKI Jakarta Sediakan Kartu Layanan Gratis Transjakarta

"Sehingga pada beberapa kasus, kadar sodium yang tinggi itu pada penderita hipertensi bisa meningkatkan hipertensi atau terjadinya serangan hipertensi akibat kadar sodium yang tinggi," pungkasnya.