Pemerintah Rusia menuduh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) memanfaatkan sistem komunikasi satelit Starlink untuk mengintervensi urusan dalam negeri negara lain.

Tuduhan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Alimov dalam Forum Keamanan Internasional di Moskow pada Rabu (27/5).

>>> Wataru Endo Siap Pimpin Jepang Hancurkan Dominasi Elite di Piala Dunia 2026

Alimov menyoroti penggunaan sistem internet satelit Orbit Rendah Bumi tersebut. Ia menilai pengoperasian Starlink ilegal karena tidak melalui mekanisme regulasi nasional yang berlaku di negara tujuan.

"Bukan rahasia lagi bahwa teknologi ini, khususnya Starlink, yang menyediakan akses internet tanpa melalui regulator nasional, digunakan untuk campur tangan dalam urusan internal negara, termasuk untuk mengorganisir protes," kata Alimov.

Keterlibatan militer AS dalam operasional teknologi ini dipertegas oleh hubungan kerja sama komersial. Menurut Alimov, SpaceX selaku pengelola Starlink tidak menutupi status mereka sebagai kontraktor Pentagon.

>>> Redmi 13C: Harga Mulai Rp1,1 Jutaan dengan Layar 90Hz dan Baterai 5.000 mAh

"Kita sekarang melihat bagaimana perusahaan ini berkembang di pasar global dengan dalih kemudahan komunikasi satelit, secara efektif memperoleh kemampuan untuk memengaruhi penduduk negara lain.

Ini tidak diragukan lagi merupakan tren yang mengkhawatirkan," ujar Alimov.

Atas dasar kekhawatiran tersebut, Moskow mengambil langkah diplomasi terkait penataan ruang siber transnasional. Rusia menegaskan komitmennya mendorong regulasi yang transparan bagi pemanfaatan sistem komunikasi satelit global.

>>> Jennie Blackpink Pukau Publik di Chanel Metiers d'Art 2026 Seoul

"Karena itu, Rusia berupaya memastikan regulasi yang transparan terhadap penggunaan sistem tersebut dan kepatuhan operator terhadap hukum nasional negara tempat mereka beroperasi," tutur Alimov.