Pengiriman Bus Listrik ke TransJakarta

Salah satu pendorong utama momentum bisnis ini berasal dari TransJakarta selaku operator sistem bus rapid transit di Jakarta.

Sepanjang kuartal pertama, perusahaan telah mengirimkan 30 unit bus listrik baru berukuran 39 kaki kepada TransJakarta.

Penambahan ini membuat akumulasi pengiriman mencapai 152 unit, atau mencakup sekitar 30 persen dari total 500 armada bus listrik milik operator tersebut.

Pihak manajemen menyatakan bahwa armada bus milik perusahaan menjadi satu-satunya bus listrik di dalam jaringan TransJakarta yang dirakit di dalam negeri.

Produk tersebut juga telah memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan capaian di atas ambang batas 40 persen.

Langkah lokalisasi komponen dan penguatan rantai pasok domestik kini terus dipacu setelah model bus listrik ukuran 39 kaki dan 26 kaki berhasil melewati target TKDN 40 persen.

Kebijakan ini sejalan dengan regulasi pemerintah yang mendorong pendalaman kapasitas produksi manufaktur lokal.

Momentum bisnis emiten ini semakin kuat setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan fasilitas perakitan VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, pada 9 April 2026.

Dari sisi dampak lingkungan, armada kendaraan listrik perusahaan kini telah menempuh lebih dari 10,5 juta mil operasional secara kumulatif dan mereduksi sekitar 15.000 ton emisi karbon dioksida.

Fluktuasi harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik dinilai justru memperkuat urgensi adopsi kendaraan listrik komersial, terutama untuk sektor logistik dan armada transportasi dengan utilitas tinggi.

Pada awal kuartal kedua, perusahaan telah menyelesaikan pengiriman unit kendaraan pengangkut listrik untuk operasi logistik antarkota di Malang, Jawa Timur, sekaligus memasok unit serupa ke ekosistem bisnis Bakrie Group.

"Kami percaya tantangan global saat ini memperkuat urgensi transisi menuju kendaraan listrik komersial," ujar Ardiansyah.

>>> Harga Emas Dunia 27 Mei 2026 Naik Tipis Didorong Pelemahan Dolar AS

"Dengan fondasi bisnis yang telah kami bangun — mulai dari kapabilitas manufaktur dan komponen lokal hingga ekosistem purnajual dan pengembangan pembiayaan pelanggan — VKTR optimistis dapat terus menghasilkan pertumbuhan yang sehat dan memperkuat posisinya sebagai pemain utama kendaraan listrik komersial di Indonesia," kata Ardiansyah melanjutkan.