Itu kebiasaan-kebiasaan yang secara tidak langsung bisa merusak kualitas sperma,” jelas Prof. Budi.

Sementara itu, masalah kesuburan pada perempuan masih didominasi oleh faktor hormonal dan gangguan struktural pada organ reproduksi.

Perempuan didorong untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi melalui langkah mendasar seperti mencatat siklus haid.

“Setiap perempuan itu harus bisa mencatat siklus haid. Karena kalau perempuan haidnya teratur, 90% dia sel telurnya baik.

Tapi kalau menstruasinya tidak teratur, misal tiga bulan sekali atau justru dua kali dalam sebulan, kemungkinan besar ada gangguan pematangan telur,” papar Prof. Budi.

>>> Arsenal Juara Premier League 2025/2026, Patrick Vieira Prediksi Dominasi The Gunners

Melalui edukasi yang berimbang, kesadaran suami dalam menjaga kesuburan diharapkan meningkat. Upaya mendapatkan keturunan yang sehat kini diposisikan sebagai tanggung jawab bersama antara suami dan istri.