Serial terbaru Spider-Noir membawa pendekatan berbeda dari semesta Spider-Man yang selama ini identik dengan warna mencolok dan nuansa aksi khas pahlawan super.

Lewat produksi live-action terbaru Prime Video itu, penonton bisa memilih menikmati seluruh episode dalam tampilan berwarna atau hitam putih. Konsep tersebut dipakai untuk menguatkan nuansa film noir yang identik dengan atmosfer suram, bayangan tajam, dan cerita kriminal bergaya klasik.

Nicolas Cage memerankan Ben Reilly, seorang penyelidik swasta di New York era 1930-an yang sebelumnya dikenal sebagai vigilante bernama The Spider. Karakter tersebut digambarkan sebagai sosok tua yang masih dibayangi tragedi masa lalu.

Karen Rodriguez yang memerankan Janet menilai format hitam putih memberi pengaruh besar terhadap suasana cerita.

"Kami bermain dengan konsep baik dan buruk, pahlawan dan penjahat. Jadi siapa yang berada di bayangan, siapa yang muncul dalam cahaya, terasa jauh lebih kuat," ujarnya dalam wawancara promosi serial tersebut.

Ia menyebut dunia dalam Spider-Noir dibuat terasa gelap dan tidak terduga sehingga ketegangan cerita lebih terasa.

Lamorne Morris yang memerankan Robbie Robertson mengatakan proses syuting serial itu juga berbeda dibanding produksi lain.

Menurut dia, beberapa detail visual harus disesuaikan karena tampilan hitam putih membuat elemen kecil di layar menjadi lebih menonjol.

"Ada adegan ketika proses pengambilan gambar dihentikan hanya karena warna saputangan di jas terlihat lebih cocok dalam versi hitam putih," kata Morris.

Serial tersebut mendapat sambutan positif dari sejumlah kritikus. Beberapa ulasan menilai pendekatan noir berhasil memberi identitas baru pada dunia Spider-Man.

Meski demikian, ada pula kritik yang menilai pilihan menghadirkan dua versi tampilan justru membuat visual serial terasa tidak sepenuhnya maksimal di salah satu format.