Huawei Indonesia kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui program Huawei I Do Care – CSR Qurban 2026.

Perusahaan menyalurkan 15 ekor sapi dan 60 ekor kambing kepada 15 masjid di berbagai wilayah Indonesia.

>>> Cara Simpan Daging Kurban yang Benar Lagi Ramai Dicari, Ternyata Bukan Dicuci Dulu

Inisiatif ini telah memasuki tahun kedelapan. Huawei berkomitmen mendampingi masyarakat melalui semangat gotong royong dan inovasi inklusif.

Tema yang diusung adalah "Berbagi Kebahagiaan, Qurban untuk Indonesia". Huawei menekankan keselarasan antara kemajuan teknologi dan nilai kemanusiaan.

Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan era kecerdasan artifisial. Huawei mendorong penguatan fondasi digital nasional melalui pengembangan talenta digital, konektivitas, dan pemerataan manfaat.

Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. , memberikan apresiasi tinggi.

Ia menyebut kegiatan ini sebagai titik temu antara ketaatan spiritual, tanggung jawab sosial, dan visi teknologi masa depan.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria juga memuji semangat kedermawanan dan solidaritas. Ia menekankan pentingnya kecerdasan buatan mendukung transformasi digital yang inklusif.

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Dr. Mariman Darto S. E.

, M. Si.

>>> Kisah Kocak Upin dan Ipin Saat Idul Adha: Nekat Culik Hewan Kurban

menilai inisiatif ini sebagai sokongan besar untuk fondasi digital nasional. Digitalisasi pendidikan hingga wilayah terpencil sangat krusial.

Chairman of Board Huawei Indonesia Xin Dajiang menegaskan komitmen perusahaan. Huawei akan terus bersinergi dengan pemerintah, akademisi, mitra industri, dan komunitas lokal.

Penyerahan hewan qurban dilakukan secara simbolis dan disiarkan langsung dari Makassar, Kudus, Bandung, dan Medan.

Acara ini disaksikan oleh bendahara PP Muhammadiyah Prof. Hilman Latief dan Wakil Sekjen PB NU Dr. Sidrotun Naim.

Selain penyaluran qurban, digelar diskusi panel Executive InspiraTalk 2026 bertema "Berinovasi di Era Kecerdasan Buatan". Diskusi dihadiri mahasiswa dan pelajar dari berbagai institusi pendidikan di Jakarta.

Panelis diskusi antara lain Abdul Rouf dari Kemenag, Taufik Arianto dari BSSN, Hendra Suryakusuma dari IDPRO, dan Mohamad Rosidi dari Huawei Indonesia.

Moderator adalah Nisyanti Yahya dari Dexa Group.

Para pembicara membahas transformasi AI dan teknologi data dalam tata kelola, keamanan siber, serta infrastruktur digital nasional.

>>> Komdigi Mitigasi Jaringan Internet di Siau Tagulandang Biaro dan Sangihe

Kolaborasi lintas sektor menjadi sorotan utama untuk mendorong inovasi inklusif menuju Indonesia Emas 2045.