Badai cedera yang menghantam pilar utama Timnas Jepang mengubah peta kekuatan mereka menjelang putaran final Piala Dunia 2026.

Takefusa Kubo kini mendadak berada di posisi sentral sebagai motor serangan utama yang paling diandalkan.

>>> Igor Tolic Resmi Jadi Pelatih Kepala Persib Bandung

Kehilangan Kaoru Mitoma dan Takumi Minamino menjadi pukulan telak bagi ambisi besar skuad Samurai Blue.

Situasi pelik ini memaksa Kubo untuk segera mendewasakan permainannya demi mengangkat performa tim di panggung tertinggi.

Peran Krusial Kubo

Langkah taktis pelatih Hajime Moriyasu kini sangat bergantung pada kreativitas pemuda berusia 24 tahun tersebut.

Publik sepak bola global pun menanti apakah sang gelandang mampu menjawab ekspektasi masif ini.

Formasi ofensif 3-4-2-1 milik Jepang selama ini terbukti sangat mematikan di babak kualifikasi zona Asia.

Mereka sukses membukukan 54 gol fantastis dan hanya kebobolan tiga kali dari total 16 pertandingan.

Kubo sendiri berkontribusi besar dengan mencetak empat gol serta menyumbang delapan umpan matang sepanjang kualifikasi.

Namun, absennya Minamino akibat cedera ACL dan Mitoma yang dihantam masalah hamstring mengubah segalanya.

Kehilangan dua kreator serangan tersebut membuat opsi lini depan Jepang menjadi sangat terbatas. Kendati ada nama Daichi Kamada atau Junya Ito, daya magis mereka dinilai belum setara.

Komitmen Kubo

Kondisi darurat ini disadari betul oleh mantan didikan akademi La Masia Barcelona tersebut. Ia mengaku telah menjalin komunikasi dengan Mitoma dan siap mengemban tanggung jawab yang ditinggalkan.

"Cederanya sangat mengecewakan," kata Kubo.

"Saya menghubungi dia secara langsung tetapi, tentu saja, ini saat yang sulit baginya, dia adalah pemain yang sangat penting," tutur Kubo.