>>> Pakar IPB University Dorong Pengolahan Limbah Hewan Kurban

Eks pemain Real Madrid ini menegaskan komitmennya untuk berjuang habis-habisan di turnamen nanti. Ia berjanji akan bermain dengan motivasi berlipat ganda demi menebus absennya sang rekan.

"Saya ingin membawa perasaan Mitoma bersama saya dan memberikan segalanya dengan rasa tanggung jawab yang lebih besar," ucap Kubo.

"Kami harus bersatu dan, demi Mitoma, saya berharap kami bisa bersama-sama membuat turnamen ini sukses," kata Kubo.

Kemampuan Kubo dalam melepaskan umpan-umpan visioner di sepertiga akhir lapangan kini menjadi senjata utama Jepang.

Pergerakannya yang lincah juga sering kali membuka ruang bagi Ritsu Doan untuk merangsek maju.

Potensi besar ini menjadi momentum bagi Kubo untuk menghapus memori kelam pada Piala Dunia Qatar 2022 lalu.

Saat itu, ia selalu diganti pada babak pertama dalam laga penting melawan Jerman dan Spanyol.

Cedera otot pada turnamen terdahulu juga sempat membuatnya frustrasi karena gagal tampil di babak 16 besar.

Kini, dengan modal 48 caps internasional, Kubo jauh lebih matang untuk memimpin rekan-rekannya.

Ekspektasi tinggi memang selalu mengiringi perjalanan karier sepak bola Takefusa Kubo sejak usia dini. Ia sempat menimba ilmu di Spanyol sebelum aturan transfer internasional memaksanya pulang ke Jepang.

Statusnya sebagai salah satu talenta paling berbakat Asia kembali terbukti saat Real Madrid meminangnya di usia 18 tahun.

>>> Jadwal Rilis Classroom of the Elite Season 4 Episode 12 dan Sinopsis Terbaru

Meski sempat berpindah-pindah klub, ia akhirnya menemukan performa terbaiknya bersama Real Sociedad di La Liga.