Jantung harus bekerja lebih keras memompa darah karena pembuluh menyempit, sehingga memicu tekanan darah tinggi.

Pada beberapa kasus, plak kolesterol menimbulkan nyeri dada atau sesak napas setelah aktivitas fisik.

Risiko Komplikasi dan Langkah Pencegahan

Mengabaikan tanda penumpukan lemak dalam darah dapat berdampak fatal pada fungsi organ jangka panjang. Plak kolesterol yang menempel memicu pengerasan arteri atau aterosklerosis.

Kondisi ini bisa berkembang menjadi penyakit jantung koroner hingga serangan jantung jika pembuluh tersumbat total.

Aliran darah ke otak yang terhambat berisiko menyebabkan stroke iskemik, serta mengganggu fungsi ginjal.

Kadar kolesterol dapat dikendalikan dengan perubahan gaya hidup: batasi makanan tinggi lemak jenuh, perbanyak sayur, buah, dan kacang-kacangan.

Olahraga rutin seperti jogging, berenang, atau bersepeda minimal 30 menit sehari efektif menurunkan LDL.

>>> Prakiraan Cuaca Jakarta 27 Mei 2026: Waspadai Awan Tebal Pagi Hari

Hindari rokok, batasi alkohol, dan jaga berat badan ideal. Pemeriksaan medis rutin untuk mengukur kolesterol sebaiknya dimulai sejak usia 20 tahun.