Kementerian Perindustrian melaporkan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Mei 2026 mencapai 53,56. Angka ini naik 1,81 poin dibandingkan April 2026 yang sebesar 51,75.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menyatakan capaian ini menunjukkan sektor manufaktur masih berada di zona ekspansi.

>>> Bank of Scotland Cetak Gol Salto McTominay di Uang Kertas 20 Pound

Pertumbuhan juga terlihat secara tahunan, naik 1,45 poin dari Mei 2025 yang sebesar 52,11.

Optimisme pelaku usaha manufaktur menguat meskipun ada tekanan eksternal. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan ketidakpastian ekonomi global masih membayangi.

Dari 23 subsektor industri yang dianalisis, 20 subsektor tercatat ekspansif. Tiga subsektor lainnya masih dalam fase kontraksi.

Subsektor yang tumbuh positif menyumbang 57,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto industri pengolahan nonmigas pada Triwulan I 2026.

>>> Bank Raya dan YBM BRILiaN Fasilitasi Transaksi Kurban Digital via Aplikasi Raya

Industri pakaian jadi serta industri kertas dan barang dari kertas menjadi motor penggerak utama dengan nilai indeks tertinggi.

Sementara itu, tiga subsektor yang masih kontraksi adalah industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki, industri pengolahan lainnya, serta industri reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan.

Febri menegaskan bahwa kenaikan IKI ini mencerminkan fondasi makroekonomi dan mentalitas pelaku industri yang kokoh.

>>> Atta Halilintar Pantau Kondisi Haji Anang dan Ashanty di Makkah

Hambatan eksternal seperti konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok energi belum mereda, namun kepercayaan industri tetap kuat.