Guru Besar Ilmu Komputer Universitas Nusa Putra, Profesor Teddy Mantoro, M. Sc.

, Ph. D, menekankan posisi strategis Indonesia sebagai target utama ekspansi digital Cina.

Populasi digital dan pasar e-commerce serta fintech terbesar di ASEAN menjadi daya tarik.

“Peluang ekonomi hanya menjadi aset strategis bila Indonesia mengubah investasi asing menjadi kapasitas domestik, bukan ketergantungan infrastruktur,” tegas Profesor Teddy.

Ia mengingatkan risiko pemindahan data strategis tanpa kontrol dan fragmentasi kawasan akibat persaingan teknologi Cina-AS.

Pemerhati keamanan regional Brigadir Jenderal TNI (Purn) Victor P. Tobing, M.

Si (Han), mengaitkan ekspansi digital ini dengan strategi perang Sun Tzu. Ia mengingatkan pentingnya Indonesia bersikap tangkas dan bijaksana dalam menghitung kesenjangan kekuatan teknologi demi kepentingan nasional.

>>> KEK Industropolis Batang Bidik Investasi High Tech di Jepang

Victor juga mengajak publik mencermati ASEAN Digital Masterplan (ADM) 2030 yang berfokus pada prediksi rivalitas dan kegunaan ganda sipil-militer dari aktivitas digital di kawasan.