Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, memperluas jangkauan internasional dengan mengikuti Investment Business Forum Indonesia – Japan di Tokyo.

Acara ini berlangsung di Bellesalle Kanda, Tokyo, bekerja sama dengan KBRI Tokyo, Bank Indonesia Tokyo, IIPC Tokyo, dan JETRO.

>>> Indodana Finance Raih Penghargaan Digital Brand Sembari Perkuat Keamanan Sistem

Tujuannya memperkenalkan potensi investasi dan menarik minat pelaku industri global di sektor high-tech.

Manajemen KEK juga melakukan studi banding ke Tsukuba Science City untuk mempelajari integrasi kawasan industri, pusat riset, dan hunian berkelanjutan.

Melalui studi ini, sistem perencanaan kota dirancang untuk menarik dan mempertahankan talenta terampil seperti engineer dan peneliti.

KEK Industropolis Batang ditargetkan tidak hanya menjadi pusat kerja, tetapi juga kawasan hunian ideal dengan ruang terbuka hijau, mobilitas efisien, dan pengelolaan energi terintegrasi.

Visi dan Dukungan

Head of Industrial Sales KEK Industropolis Batang, Irma Sefrinta, menyatakan bahwa visi proyek strategis nasional ini melampaui konsep kawasan industri konvensional.

Pihaknya berkomitmen mentransformasikan Batang menjadi pusat inovasi berkelanjutan yang membidik ekosistem kendaraan listrik, peralatan medis, elektronik, hingga energi terbarukan.

Irma menekankan bahwa pemerintah Indonesia terus memperkuat reformasi struktural melalui kemudahan perizinan berbasis risiko via OSS, insentif fiskal dan non-fiskal yang kompetitif, serta penguatan standar industri sesuai kerangka ESG global.

Pertumbuhan investasi hilirisasi bernilai tambah tinggi di Indonesia meningkat lebih dari 43 persen pada tahun 2025, khususnya di sektor mineral strategis seperti nikel dan kobalt.

Hal ini membuka peluang besar bagi KEK Industropolis Batang untuk berkembang sebagai pusat rantai pasok regional Indo-Pasifik yang aman, terdiversifikasi, dan berkelanjutan dengan dukungan teknologi maju dari Jepang.