Ilmuwan Oxford Kembangkan Vaksin Ebola untuk Strain Bundibugyo yang Langka
Tim peneliti dari Oxford Vaccine Group di Universitas Oxford sedang mempercepat pengembangan vaksin pertama untuk mengatasi strain virus Ebola Bundibugyo yang langka.
Pengujian ini memanfaatkan inovasi teknologi yang sebelumnya digunakan saat pandemi Covid-19.
>>> Dinkes Gorontalo: Tes Viral Load Kunci Sukses Pengobatan HIV
Proyeksi uji klinis pada manusia dijadwalkan dimulai dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Akselerasi riset dilakukan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan status risiko wabah di Republik Demokratik Kongo sebagai "Sangat Tinggi".
Data hingga Mei 2026 menunjukkan akumulasi kasus suspek telah mencapai 750 orang, dengan rasio kematian sepertiga dari keseluruhan pasien.
Teknologi dan Target Vaksin
Vaksin ini menggunakan platform viral-vector ChAdOx1, yang serupa dengan basis pengembangan vaksin Covid-19 Oxford-AstraZeneca.
Target vaksin adalah strain Bundibugyo, varian Ebola yang hingga kini belum memiliki vaksin resmi.
Serum Institute of India (SII) ditunjuk sebagai mitra produksi untuk manufaktur massal dalam waktu singkat.
Uji coba pada manusia ditargetkan dimulai pada Juli atau Agustus 2026.
Urgensi Vaksin Bundibugyo
Strain Bundibugyo memiliki karakteristik genetik yang unik, berbeda dengan strain Zaire yang sudah memiliki vaksin berlisensi seperti Ervebo.
Perbedaan tersebut memerlukan rancangan imunologi yang lebih spesifik.
Vaksin baru ini sangat krusial untuk melindungi petugas medis di garda terdepan dari risiko penularan fatal.
Profesor Teresa Lambe, Kepala Imunologi Vaksin di Oxford, mengatakan timnya menggunakan "memori otot" dari pengembangan vaksin Covid-19 untuk mempercepat proses ini.
>>> Menteri PKP Pastikan Rusun Subsidi Meikarta Sesuai Jadwal
"Kami tidak memiliki kemewahan waktu selama krisis kesehatan berkembang. Kami bekerja sekeras dan secepat mungkin untuk memastikan opsi vaksin tersedia bagi mereka yang membutuhkan," ujarnya.
Update Terbaru
Transmart Full Day Sale: Sepeda Listrik Mulai Rp3,6 Juta, Diskon Hanya Hari Ini
Minggu / 12-07-2026, 14:01 WIB
Aplikasi Transjakarta Versi Baru Bisa Hitung Karbon Hingga Kalori
Minggu / 12-07-2026, 14:01 WIB
Rekor Gol Beruntun Messi di Piala Dunia 2026 Terhenti
Minggu / 12-07-2026, 14:00 WIB
AS Klaim Serang 140 Target di Iran, Balas Tembakan di Selat Hormuz
Minggu / 12-07-2026, 14:00 WIB
Bellingham Sindir Balik Kritik Tuchel soal Ruang Ganti Inggris
Minggu / 12-07-2026, 14:00 WIB
Iran dan AS Saling Serang, Situasi di Timur Tengah Makin Panas
Minggu / 12-07-2026, 14:00 WIB
Golkar: DIM RUU Pemilu Belum Ada, Pembahasan Saja Belum Mulai
Minggu / 12-07-2026, 14:00 WIB
Pelari 59 Tahun Finis Senior Happy Run 5K 2026 di Bawah 17 Menit
Minggu / 12-07-2026, 14:00 WIB
Dibongkar Sahabat Dekat, Ini Sosok Suami Baru Celine Evangelista: Religius, Tertutup, dan Percaya Ain
Minggu / 12-07-2026, 13:59 WIB
Detik-Detik Speedboat Terbalik di Lepas Pantai Terekam, 15 Orang Tewas
Minggu / 12-07-2026, 13:56 WIB
Hutan Bisa Jadi Obat Mujarab Stres dan Kesehatan Mental, Ini Penjelasannya
Minggu / 12-07-2026, 13:56 WIB
Komedian Temon Meninggal di Usia 59 Tahun, Sempat Bintangi Serial Abdel dan Temon
Minggu / 12-07-2026, 13:56 WIB
Foundation atau Skin Tint Dulu? Panduan Makeup Flawless
Minggu / 12-07-2026, 13:56 WIB
Cushion vs Foundation: Mana yang Lebih Aman untuk Kulit Berjerawat?
Minggu / 12-07-2026, 13:52 WIB







