Seekor sapi bernama Viatina-19 FIV Mara Moveis mencatat rekor sebagai sapi termahal di dunia setelah terjual seharga USD4,82 juta atau sekitar Rp78 miliar melalui lelang.

Angka tersebut membuatnya resmi menyandang gelar sapi termahal yang pernah dilelang, jauh melampaui rekor sebelumnya.

>>> AFTECH dan Jalin Dorong Penguatan Keamanan Sistem Pembayaran Digital

Sapi ini berasal dari ras Nelore, jenis sapi Zebu yang populer di Brasil.

Ras tersebut dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca panas, otot kuat, dan kualitas genetik unggul untuk industri peternakan daging.

Berat Viatina-19 mencapai sekitar 1.100 kilogram, hampir dua kali lipat sapi dewasa biasa pada jenisnya.

Penampilannya langsung menjadi sorotan karena tubuh besar, warna putih terang, punuk khas sapi Zebu yang tegap, serta struktur tubuh yang dianggap hampir sempurna oleh para peternak.

Karena nilainya yang sangat mahal, Viatina-19 diawasi kamera keamanan dan penjaga bersenjata untuk menjaga keselamatannya.

Di Brasil, sapi seperti Viatina-19 bukan hanya hewan ternak biasa, tetapi simbol investasi besar di dunia peternakan. Para peternak elite berlomba menghasilkan sapi dengan genetika terbaik untuk dikembangbiakkan.

Sel telur dan sperma dari sapi juara seperti Viatina-19 dijual dengan harga fantastis demi menghasilkan keturunan berkualitas tinggi.

Mereka yang ingin meningkatkan kualitas ternak rela membayar sekitar USD250 ribu hanya untuk memperoleh sel telur Viatina-19.

>>> Telkomsel Siapkan Jaringan 5G untuk Siaran Piala Dunia 2026

Faktor seperti kemampuan menambah massa otot dengan cepat, tingkat kesuburan, dan peluang mewariskan gen unggulan menjadi alasan utama harganya tinggi.

"Ia adalah yang paling mendekati sempurna. Ia sapi yang lengkap, memiliki semua karakteristik yang dicari semua pemilik," ujar dokter hewan setempat, Lorrany Martins.