Salah satu pemiliknya, Ney Pereira, menjelaskan bahwa sapi elite seperti Viatina-19 diperlakukan berbeda. "Kami tidak menyembelih sapi elit.

Kami mengembangbiakkannya. Dan pada akhirnya, akan memberi makan seluruh dunia," katanya.

Brasil dikenal sebagai negara dengan populasi sapi terbesar di dunia, mencapai lebih dari 230 juta ekor. Industri peternakan menjadi salah satu penggerak ekonomi terbesar di negara tersebut.

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva sempat mendorong ekspor daging sapi ke pasar internasional, termasuk Jepang yang terkenal dengan daging Wagyu premium.

Namun di balik kesuksesan industri ternak, muncul sorotan soal dampak lingkungan.

Aktivitas peternakan sapi disebut menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca dan pembukaan lahan hutan Amazon dalam jumlah besar.

>>> Oppo Resmi Luncurkan ColorOS 16 dengan Fitur AI Personal

Karena itu, pengembangan genetika sapi seperti Viatina-19 juga dianggap sebagai cara untuk meningkatkan efisiensi produksi ternak di masa depan.