Aktris Game of Thrones, Hannah Murray, membagikan pengalaman kelamnya saat terjebak dalam organisasi kultus berkedok kesehatan spiritual.

Pengalaman traumatik itu memicu episode psikosis parah dan halusinasi. Ia harus menjalani perawatan intensif di bangsal psikiatri.

>>> Dowoon DAY6 Diterpa Rumor Kencan dan Pernikahan dengan YouTuber Yoo Ji Yoo

Berawal dari Pertemuan dengan Penyembuh Energi

Keterlibatan Murray bermula saat bertemu penyembuh energi bernama samaran Grace di lokasi syuting film Detroit pada 2017.

Atmosfer syuting yang kelam dan penuh kekerasan membuat kondisi psikologisnya rentan. Ia terus didera lonjakan adrenalin dan mimpi buruk.

Grace awalnya menawarkan sesi penyembuhan emosi seharga $150 (sekitar Rp2,6 juta). Kemudian, ia mulai mendoktrin Murray tentang aktivasi DNA spiritual melalui metode kuno.

Dalam memoar The Make-Believe: A Memoir of Magic and Madness, Murray mengungkap organisasi itu dirancang untuk mengeksploitasi anggotanya.

Ia merasa latar belakangnya sebagai Gilly di Game of Thrones dan tumbuh di lingkungan fiksi remaja membuatnya rentan percaya narasi fantasi.

>>> Jennifer Coppen Siapkan Pernikahan Dua Adat dengan Justin Hubner di Bali

Puncak organisasi dipimpin pria karismatik bernama Steve. "Dia memancarkan kekuatan dengan cara yang belum pernah saya lihat pada orang lain.

Kekuatan magis," tulis Murray, dikutip dari The Guardian.

Murray juga mulai mencium indikasi eksploitasi seksual di dalam kelompok yang didominasi perempuan. Saat dikonfirmasi, pengajar kelompok berdalih bahwa Steve hanya ahli meruntuhkan ego anggota.

Kondisi Memburuk dan Perawatan di RS Jiwa

Kondisi Murray memburuk hingga mengalami delusi parah saat kursus intensif lima hari di London, Inggris. Ia mengalami sakit kepala luar biasa dan mengunci diri di kamar mandi.

Para pengajar di luar justru merapalkan mantra pengusiran roh jahat. Murray akhirnya diringkus sekelompok pria untuk dilarikan ke rumah sakit.

>>> Lirik Lagu The Cure - Olivia Rodrigo: Tentang Cinta yang Bukan Obat

Ia ditahan selama 28 hari di bawah Undang-Undang Kesehatan Mental. Pasca-insiden, Murray mendapat diagnosis medis resmi mengidap gangguan bipolar.