Studi Ungkap Medan Magnet Ganymede Berasal dari Inti yang Masih Tumbuh
Bulan terbesar Jupiter, Ganymede, kembali menjadi pusat perhatian ilmuwan. Sebuah studi terbaru mengindikasikan bahwa medan magnet uniknya tidak diproduksi oleh inti yang mendingin.
Fenomena magnetik tersebut diduga kuat berasal dari proses pembentukan inti dalam yang masih terus berjalan hingga sekarang. Data ini mematahkan teori lama yang beredar di kalangan peneliti.
>>> Aqua Elektronik Perkuat Pasar Anak Muda Lewat MPL Indonesia Season 17
Sebelumnya, para pakar astronomi percaya bahwa medan magnet Ganymede tercipta akibat konveksi salju besi pada inti logam cairnya.
Namun, riset mutakhir dalam jurnal Science Advances menyodorkan bukti baru bahwa struktur inti satelit alami tersebut justru masih tumbuh secara perlahan.
Ganymede memegang predikat sebagai satu-satunya bulan di tata surya yang menyimpan medan magnet internal aktif.
Pada umumnya, sistem magnetik benda langit terlahir melalui mekanisme dinamo magnetik, yaitu pergerakan fluida penghantar listrik berupa besi cair di dalam inti.
Bagi mayoritas planet dan bulan lain, fase pembentukan inti telah rampung sejak miliaran tahun silam. Akibatnya, medan magnet global mereka perlahan sirna.
Planet Mars menjadi salah satu contoh nyata benda langit yang kini tidak lagi memiliki dinamo magnetik aktif.
Simulasi Interior Ganymede
Melalui penerapan model evolusi termal satu dimensi, tim peneliti mensimulasikan beragam variabel interior Ganymede.
Simulasi tersebut mencakup parameter volume air, komposisi awal material, hingga dampak dari pemanasan pasang surut.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa interior Ganymede kemungkinan besar mengawali sejarahnya dengan fase awal dingin.
Kondisi ini berimplikasi pada lambatnya proses pemisahan besi dan pembentukan inti, tetapi tetap bergerak aktif sampai era modern.
Update Terbaru
Spurs vs Thunder: Perebutan Keunggulan di Game 5 Final Wilayah Barat
Rabu / 27-05-2026, 01:59 WIB
Liverpool Incar Anthony Gordon sebagai Pengganti Mohamed Salah
Rabu / 27-05-2026, 01:59 WIB
Naomi Osaka Kalahkan Laura Siegemund di Babak Pertama Prancis Terbuka
Rabu / 27-05-2026, 01:59 WIB
Gujarat Titans Hadapi Royal Challengers Bengaluru di Kualifikasi 1 IPL 2026
Rabu / 27-05-2026, 01:59 WIB
POGI Ungkap Bahaya Paparan BPA Terhadap Pubertas Dini Anak
Rabu / 27-05-2026, 01:59 WIB
Woori Bank Korea Suntik Dana Dukung Bisnis Bank Woori Saudara
Rabu / 27-05-2026, 01:58 WIB
IG Sintya Marisca Diserbu Netizen Usai Kasus Woodyrman Terungkap
Rabu / 27-05-2026, 01:58 WIB
Ezviz Indonesia Luncurkan Kampanye SmartEZICombo untuk Keamanan Rumah Terintegrasi
Rabu / 27-05-2026, 01:58 WIB
Komdigi Blokir Situs Polymarket karena Fasilitasi Taruhan Digital
Rabu / 27-05-2026, 01:58 WIB
Studi Ungkap Model AI Claude Bisa Alami Kepanikan Saat Tekanan Komputasi Meningkat
Rabu / 27-05-2026, 01:54 WIB
Ezviz Perluas Portofolio Smart Home di Indonesia Lewat Pengembangan Ekosistem
Rabu / 27-05-2026, 01:54 WIB
Honda Kembangkan Platform Fleksibel untuk EV dan Hybrid Setelah Rugi Besar
Rabu / 27-05-2026, 01:54 WIB
Xiaomi Resmi Luncurkan Poco Pad C1, Tablet Compact Murah dengan Snapdragon 6s dan Layar 120Hz
Rabu / 27-05-2026, 01:54 WIB
Wawancara: Mao Momiji tentang Ilustrasi Makanan dan Karyanya di Delicious in Dungeon
Rabu / 27-05-2026, 01:54 WIB






