Rupiah Terperosok ke Rp 17.838 Per Dolar AS, Defisit Transaksi Berjalan Melebar
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Mata uang Garuda merosot hingga menyentuh level Rp 17.838 per dolar AS.
Pelemahan ini dipicu oleh pelebaran defisit transaksi berjalan Indonesia. Defisit tersebut tercatat mencapai 1,1% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal I 2026.
>>> Pemkab Manggarai Barat Gelar Ritual Adat Congko Wakar di Cunca Wulang
Menurut Fixed Income Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Jessica Tasijawa, defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) juga melebar menjadi US$ 9,1 miliar pada periode yang sama.
Tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor global, tetapi juga dari ketidakseimbangan eksternal domestik.
Permintaan ekspor dari mitra dagang utama seperti China, Jepang, dan Korea Selatan melemah. Hal ini memperberat tekanan pada nilai tukar rupiah.
Langkah Pemerintah dan BI
Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) menyiapkan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Ekstraktif Sumber Daya Alam (DHE SDA). Aturan baru ini dijadwalkan berlaku mulai 1 Juni 2026.
>>> Pelemahan Rupiah dan Regulasi Minerba Bebani Pelaku Usaha
Kebijakan tersebut mewajibkan eksportir menyimpan dana hasil ekspor di perbankan dalam negeri minimal 12 bulan. Selain itu, eksportir harus mengonversi minimal 50% devisa ke rupiah melalui bank domestik.
Jessica menilai efektivitas implementasi kebijakan ini akan menjadi perhatian pasar dalam beberapa bulan ke depan.
Di sisi moneter, BI diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25% hingga akhir 2026.
>>> Promotor Rilis Jadwal Lengkap Konser FFOREVER 1st World Tour di Jakarta
Langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar dan daya tarik imbal hasil investasi domestik.
Update Terbaru
Zelenskyy Bentuk Komando Jarak Jauh untuk Target Infrastruktur Rusia
Sabtu / 11-07-2026, 09:21 WIB
Harga Minyak Dunia Turun 11 Juli 2026: WTI di US$71,51, Optimisme Pembukaan Selat Hormuz Redakan Kekhawatiran Pasar
Sabtu / 11-07-2026, 09:12 WIB
Menkeu Purbaya: Manajemen Kas Negara Jadi Instrumen Baru Penggerak Ekonomi
Sabtu / 11-07-2026, 09:12 WIB
Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Ronaldo 'Disuntik Mati'
Sabtu / 11-07-2026, 09:12 WIB
i-dle, Kihyun, Yeonjun, dan Young K Ramaikan Strategi Musim Panas K-Pop
Sabtu / 11-07-2026, 09:07 WIB
Spanyol Tumbangkan Belgia 2-1, Tiket Semifinal Sukses di Tangan
Sabtu / 11-07-2026, 09:07 WIB
Trump: AS-Iran Sepakat Berunding Lagi, Gencatan Senjata Berakhir
Sabtu / 11-07-2026, 08:57 WIB
FIFA Siapkan Hadiah Rp15,68 Triliun untuk Piala Dunia 2026
Sabtu / 11-07-2026, 08:57 WIB
Kolektor AS Jual Dua Aston Martin Valhalla, Masing-masing Baru 196 Mil
Sabtu / 11-07-2026, 08:57 WIB
Daftar Pemilik Saham RANS: Raffi Ahmad Terbesar, Ada Kaesang dan Dony Oskaria
Sabtu / 11-07-2026, 08:57 WIB
Kolektor AS Jual Dua Aston Martin Valhalla dengan Jarak Tempuh Sama
Sabtu / 11-07-2026, 08:57 WIB
FIFA Tunjuk Wasit Portugal Pimpin Argentina vs Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026
Sabtu / 11-07-2026, 08:57 WIB
Generasi Emas Belgia Tutup Kisah dengan Kegagalan di Piala Dunia 2026
Sabtu / 11-07-2026, 08:56 WIB
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Anjlok Drastis Usai AS dan Meksiko Tersingkir
Sabtu / 11-07-2026, 08:56 WIB







