Aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi kembali ke Indonesia pada Selasa (26/5/2026) setelah menjalankan misi kemanusiaan selama berbulan-bulan di Gaza.

Kepulangan putri musisi senior Ikang Fawzi ini diwarnai suasana emosional. Sang ayah menjemput langsung di bandara.

>>> Slank Siap Kolaborasi dengan Margie Segers di Java Jazz Festival 2026

"Ayah menjemput langsung. Beliau langsung peluk aku erat banget dan cuma bilang, 'Welcome home, Ade'.

Rasanya campur aduk banget saat itu," kata Chiki Fawzi.

Misi Kemanusiaan dan Penahanan Relawan

Chiki Fawzi tergabung dalam delegasi internasional yang mengirimkan bantuan ke Gaza. Ia bersama koordinator bertugas memantau pergerakan dari pusat komando di Istanbul, Turki.

Sembilan relawan WNI lainnya berlayar menuju Gaza menggunakan kapal. Kapal tersebut kemudian dihadang paksa oleh militer Israel di perairan internasional.

"Yang berlayar itu ada sembilan orang. Ditambah aku dan koordinator kami, Uni Maimun, jadi totalnya ada 11 orang.

Sembilan orang yang ada di atas kapal itulah yang kemudian dihadang dan ditahan oleh militer Israel," jelas Chiki Fawzi.

Artis berusia 37 tahun ini menyaksikan langsung proses pencegatan dan penahanan rekan-rekannya melalui pusat pemantauan.

>>> RAN Remake Video Klip Pandangan Pertama untuk Rayakan 20 Tahun Berkarier

Setelah para relawan dibebaskan, ia menerima laporan mengenai tindakan kekerasan fisik yang dialami rekan delegasinya selama masa penahanan.

"Sangat parah. Mereka dipukuli, disetrum, dan diborgol menggunakan kabel ties yang sangat kencang sampai melukai tangan.

Ada satu jurnalis yang setelah bebas aku temani di rumah sakit, dia sampai kencing darah karena bagian ginjalnya dipukuli terus-menerus," terang Chiki Fawzi.

Tantangan Alam dan Keteguhan Hati

Kendati menghadapi risiko besar, Chiki Fawzi menegaskan pentingnya menghilangkan ketakutan demi menyuarakan hak rakyat Palestina.

Faktor alam di laut lepas diakui menjadi tantangan yang lebih mengkhawatirkan selama proses misi berlangsung.

"Sejujurnya, aku lebih takut sama alam.

Di laut Mediterania itu kapalnya bisa miring banget sampai kita harus ikat diri pakai karabiner supaya nggak nyemplung, tapi kalau sama militer, aku nggak takut.

>>> BSI Salurkan 24.053 Ekor Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia

Kita harus membebaskan pikiran kita dari rasa takut kepada Israel," pungkas Chiki Fawzi.