Dampak ekonomi dari grup K-pop BTS dan fandom global mereka, ARMY, diperkirakan akan terus membesar dalam beberapa dekade mendatang.

Belanja para penggemar disebut berpotensi mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Korea Selatan hingga 0,35 poin persentase pada 2040.

>>> Bank Muamalat Hadirkan Fitur Kurban Online di Aplikasi Muamalat DIN

Hal itu terungkap dalam laporan NH Investment & Securities, perusahaan sekuritas Korea Selatan. Laporan tersebut menyebut budaya fandom bukan fenomena jangka pendek, melainkan kekuatan ekonomi yang dapat bertahan lama.

Daya Beli Penggemar Meningkat Seiring Usia

Analisis itu muncul di tengah tingginya ekspektasi terhadap konser mendatang BTS di Busan. Konser tersebut diperkirakan mampu menggerakkan ekonomi daerah.

Peneliti NH Investment & Securities, Jung Yeo-kyung, menjelaskan pola konsumsi penggemar biasanya berkembang dalam tiga tahap. Tahap pertama dimulai dari pengeluaran untuk streaming musik, album, dan merchandise.

Setelah itu, konsumsi meluas ke produk Korea seperti kosmetik, makanan, dan fesyen. Pada tahap akhir, fandom berubah menjadi permintaan wisata.

"Penggemar mulai datang langsung ke Korea Selatan dan membelanjakan uang untuk hotel, restoran, belanja, hingga transportasi," ujar Jung Yeo-kyung dikutip dari Korea JoongAng Daily, Senin (25/5/2026).

Proyeksi dalam laporan tersebut didasarkan pada estimasi Hyundai Research Institute. Lembaga itu menyebut sekitar 800 ribu fans BTS mengunjungi Korea Selatan pada 2018.

Jumlah itu setara sekitar 5% dari total ARMY global yang kala itu diperkirakan mencapai 20 juta orang.

NH Investment & Securities kemudian menggunakan asumsi serupa terhadap estimasi 86,5 juta penggemar BTS berusia 10-29 tahun di negara berkembang Asia dan Amerika.

Dengan asumsi 5% dari jumlah tersebut datang ke Korea Selatan, maka negara itu diperkirakan bisa menerima tambahan 4,3 juta wisatawan per tahun.