>>> BTS Raih Penghargaan AMA 2026, Kalahkan Taylor Swift dan Harry Styles

"Sebanyak 84% ARMY global saat ini masih berada di usia remaja dan 20-an, sehingga daya beli mereka masih relatif terbatas," kata Jung.

"Namun ketika mereka memasuki usia 30-an dan 40-an serta mulai memiliki penghasilan, konsumsi mereka kemungkinan besar akan berubah menjadi belanja wisata di Korea," ujarnya menambahkan.

Jung memperkirakan pemasukan wisata dari fandom BTS dapat mencapai US$3,3 miliar hingga US$13,4 miliar per tahun.

Nilai itu diperkirakan mampu menambah sekitar 0,1 hingga 0,35 poin persentase terhadap PDB tahunan Korea Selatan pada sekitar 2040.

Laporan tersebut juga membandingkan fenomena ini dengan generasi Korea yang tumbuh besar bersama budaya populer Jepang atau disebut "J-imprinted generation."

Generasi yang sejak kecil akrab dengan karya Jepang seperti Slam Dunk, Pokémon, dan One Piece kini disebut menjadi kelompok dengan daya beli tinggi dan aktif berwisata ke Jepang.

Data menunjukkan wisatawan Korea Selatan yang berkunjung ke Jepang mencapai 9,46 juta orang pada tahun lalu, setara 22% dari total turis asing ke Jepang.

Menurut Jung, preferensi budaya yang terbentuk sejak remaja bisa berubah menjadi gelombang konsumsi besar 20 hingga 30 tahun kemudian.

Ia menambahkan, konsumsi yang digerakkan fandom K-pop berpotensi menjadi "kekuatan struktural" baru bagi ekonomi Korea Selatan.

>>> Cara Beli Token Listrik di DANA dengan Mudah dan Praktis

Hal itu terutama untuk membantu menopang konsumsi domestik di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi dan populasi menua.