Inflasi tidak hanya menekan kebutuhan pokok, tetapi juga merambah sektor kesehatan. Lonjakan biaya medis dapat mengganggu stabilitas finansial dan rencana masa depan jika tidak diantisipasi dengan strategi tepat.

Berdasarkan data Katadata yang dikutip Investor Daily, inflasi medis di Indonesia diproyeksikan mencapai 19% pada tahun 2025.

>>> TAUD Gugat Praperadilan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Pengadilan

Angka ini lebih tinggi dibandingkan tiga negara tetangga di ASEAN, yaitu Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Kepemilikan asuransi menjadi benteng proteksi krusial agar masyarakat terhindar dari krisis keuangan berkepanjangan akibat biaya kesehatan yang terus naik.

Penyebab Inflasi Medis

Secara umum, inflasi bersumber dari ketidakseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang. Dalam konteks kesehatan, ada tiga faktor utama pemicu inflasi medis.

Pertama, tarikan permintaan (demand-pull inflation) terjadi saat permintaan layanan kesehatan melonjak drastis, sementara kapasitas penyediaan terbatas. Contohnya adalah peningkatan kunjungan ke rumah sakit saat musim liburan atau wabah.

Kedua, kenaikan biaya produksi (cost-push inflation) dipicu oleh mahalnya harga bahan baku obat, alat kesehatan, atau kenaikan upah tenaga medis.

Biaya ini kemudian dibebankan kepada pasien.

Ketiga, peredaran uang yang berlebihan menyebabkan nilai uang menyusut, sehingga harga layanan kesehatan ikut naik secara otomatis.

Dampak Inflasi Medis bagi Masyarakat

Inflasi kesehatan memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan finansial keluarga.

Beberapa efek domino yang dirasakan antara lain tergerusnya nilai tabungan, munculnya utang medis, penurunan kualitas layanan, gangguan target finansial jangka panjang, dan fenomena penundaan pengobatan (under-treatment).

>>> Danau Toba: Strategi Wisata dan Tantangan Lingkungan

Tabungan yang semula direncanakan untuk biaya pengobatan mungkin hanya mencukupi setengahnya dalam beberapa tahun. Akibatnya, masyarakat terpaksa bekerja lebih keras atau berutang untuk menutup selisih biaya.