Dampak itu mencakup perbaikan ekonomi (ishlah iqtishod) dan pembenahan kehidupan sosial (ishlah mujtama').

Optimalisasi potensi kurban dinilai belum maksimal.

Aktivitas kurban mayoritas masih dipandang sebagai ritual tahunan yang efeknya berhenti setelah pembagian daging.

“Sejatinya kita dapat bersedekah selain berkurban dengan membagikan makanan lain, termasuk daging, tidak hanya saat Iduladha.

Ini bisa menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan,” ucap Prof Achmad Tjachja Nugraha.

Momentum Iduladha disarankan untuk memperkuat sektor peternakan lokal.

Langkah ini strategis membangun kemandirian ekosistem pangan nasional.

“Momentum Iduladha seharusnya mendorong penguatan peternak lokal agar rantai pasok tidak bergantung pada luar negeri,” katanya.

Kedaulatan pangan tidak hanya bergantung pada kapasitas produksi, tetapi juga distribusi yang berkeadilan dan kepedulian sosial.

>>> Tren Pemakaian Game Penghasil Saldo Dana Meningkat pada Mei 2026

“Iduladha mengajarkan bahwa ketahanan lahir dari kebersamaan dan kepedulian. Nilai ini sangat relevan di tengah situasi global yang tidak menentu,” ujar Prof Achmad Tjachja Nugraha.