Muhammadiyah Ajak Umat Hidupkan Spiritualitas Takwa Melalui Iduladha
"Insan yang memiliki spiritualitas takwa akan hidup dengan kejujuran, kesederhanaan, ketulusan, kesabaran, kerendahan hati, serta kepedulian terhadap sesama," ungkap Haedar Nashir.
>>> Pecinta Hewan Dinilai Lebih Siap Jalani Komitmen Jangka Panjang
Ketiadaan nilai-nilai ketakwaan dalam diri seseorang berpotensi memicu berbagai tindakan destruktif. Perilaku menyimpang seperti korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan kerap berakar dari hilangnya orientasi moral.
"Spiritualitas takwa membuat seseorang tidak akan korupsi, tidak semena-mena dalam kekuasaan, tidak anti kritik, tidak tamak, dan tidak merusak alam demi keuntungan sesaat," tegas Haedar Nashir.
Penerapan akhlak mulia juga disorot penting untuk diterapkan dalam ruang digital modern. Penggunaan media sosial secara bijak menjadi cerminan nyata dari kualitas ketakwaan seseorang.
"Ketakwaan harus tercermin dalam cara bermedia sosial, dalam menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan membangun ukhuwah dengan nyata," kata Haedar Nashir.
Berbagai persoalan kebangsaan di Indonesia, termasuk kesenjangan sosial, dianggap muncul akibat krisis moral dan keadilan. Keseimbangan kehidupan bersama akan terganggu ketika kekayaan hanya berputar di segelintir kelompok.
"Hasrat untuk menguasai segala sesuatu tanpa batas membuat manusia rela merugikan sesama dan merusak lingkungan. Karena itu bangsa ini membutuhkan kebangkitan spiritualitas taqwa yang melahirkan kebajikan nyata," katanya.
Perubahan nyata dalam tindakan dan kebijakan menjadi bukti keberhasilan implementasi nilai-nilai keagamaan. Kebajikan tersebut diharapkan mampu membawa kemaslahatan bagi seluruh alam.
"Ketakwaan bukan sekadar indah dalam kata-kata dan retorika, tetapi harus tampak nyata dalam tindakan, kebijakan, dan kehidupan sehari-hari.
Jika spiritualitas taqwa tumbuh dalam kehidupan nyata, maka akan lahir budaya keshalehan yang menebarkan kebajikan bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan semesta," tegas Haedar Nashir.
Generasi muda seperti milenial, generasi Z, dan generasi Alfa mendapatkan perhatian khusus agar mampu membentuk karakter unggul. Mereka diharapkan terhindar dari budaya instan dan perilaku hedonistik.
>>> Tren Pemakaian Game Penghasil Saldo Dana Meningkat pada Mei 2026
"Generasi muda jangan terjebak budaya instan, malas, hedonistik, dan gemar pamer kemewahan. Spiritualitas takwa harus melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, dan memberi manfaat bagi kehidupan," pungkas Haedar Nashir.
Update Terbaru
Polres PPU Bekuk Dua Pengedar Sabu di Kawasan IKN
Rabu / 27-05-2026, 00:14 WIB
Surge Luncurkan Internet Rakyat untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Rabu / 27-05-2026, 00:14 WIB
IHSG Merosot 1,23 Persen Menjelang Libur Idul Adha 1447 Hijriah
Rabu / 27-05-2026, 00:14 WIB
Industri Finansial Digital Didorong Perkuat Keamanan Siber Berbasis AI
Rabu / 27-05-2026, 00:14 WIB
Harga Emas Antam Diproyeksi Bergerak Fluktuatif pada Rabu 27 Mei
Rabu / 27-05-2026, 00:14 WIB
Sora Choi Pamer Baby Bump di Runway Chanel, Konfirmasi Hamil
Rabu / 27-05-2026, 00:14 WIB
Kereta Commuter Line Berhenti Mendadak di Rawa Buaya, Penumpang Panik
Rabu / 27-05-2026, 00:13 WIB
Jadwal Salat Iduladha 2026 di Masjid Istiqlal Jakarta, Ini Waktu Pelaksanaannya
Rabu / 27-05-2026, 00:13 WIB
Promotor Antisipasi Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Bisnis Konser Musik
Rabu / 27-05-2026, 00:13 WIB
Atta Halilintar Ajarkan Makna Kurban Sejak Dini kepada Ameena dan Azura
Rabu / 27-05-2026, 00:13 WIB
6 Momen Paling Emosional di Arc Elbaf One Piece Pilihan Nakama
Rabu / 27-05-2026, 00:09 WIB
Jung Woo Sung dan Wi Ha Joon Bintangi Film Sejarah Sal Saeng Bu
Rabu / 27-05-2026, 00:09 WIB
Jennifer Coppen Siapkan Pernikahan Dua Hari Bersama Justin Hubner
Rabu / 27-05-2026, 00:09 WIB
Bank Muamalat Hadirkan Fitur Kurban Online di Aplikasi Muamalat DIN
Rabu / 27-05-2026, 00:09 WIB






