Kasus dugaan pemalsuan riset oleh ilmuwan Indonesia di Denmark menjadi perbincangan hangat di media sosial. Tiga periset dituduh memalsukan data menggunakan AI demi meraih bantuan dana.

Identitas mereka yang tertuduh adalah Prihatini (Titin), Rifaldy Fajar, dan Rini Winarti. Kabar ini mencuat setelah Ida Bagus Mandhara Brasika mengunggah beberapa postingan di Thread.

>>> Oppo Enco Air 5s Resmi di China, TWS Ringan dengan ANC dan Baterai 48 Jam

Rifaldy Fajar, salah satu anggota tim, angkat bicara. Ia menyayangkan aksi peretasan oleh netizen dan menilai publik terlalu cepat menyerang tanpa memberi kesempatan klarifikasi.

Rifaldy merupakan lulusan Program Studi Matematika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) angkatan 2014. Ia pernah meraih predikat Mahasiswa Berprestasi Utama UNY pada 2017.

Karya tulis ilmiahnya tentang model matematika penyebaran HIV-AIDS dari ibu ke anak membuatnya menjadi Mahasiswa Berprestasi FMIPA UNY 2016.

>>> Viral: Orang Indonesia Diduga Palsukan Riset di Konferensi Internasional

Ia juga pernah menjadi delegasi simulasi sidang PBB di Nanyang Technological University, Singapura.

Prihatini (Titin) adalah lulusan Sarjana Matematika UNY (2015-2019). Ia melanjutkan studi Magister Matematika di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Titin pernah meraih Juara 1 Pertamina National Science Olympiad saat masih mahasiswa UNY. Akun LinkedIn keduanya masih bisa ditelusuri.

>>> Honor Watch 6 Plus Resmi: Baterai 1.000 mAh dan Layar 3.000 Nits

Melalui media sosial, Rifaldy berusaha meluruskan tuduhan. Ia berharap publik tidak terburu-buru menghakimi sebelum ada bukti kuat.