Masyarakat diingatkan untuk tetap mengontrol pola makan selama Iduladha. Konsumsi daging kurban yang berlebihan dapat memicu gangguan kesehatan serius.

Chief of Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto MARS, menjelaskan bahwa daging dan makanan tinggi lemak saat Iduladha meningkatkan risiko hipertensi, kolesterol tinggi, dan gangguan metabolik.

>>> Centratama Telekomunikasi Indonesia Rombak Manajemen, Tunjuk CEO Baru

Dokter lulusan Universitas Indonesia itu mengimbau masyarakat bijaksana mengatur porsi makan. Meskipun stok daging kurban melimpah, kebiasaan makan berlebihan harus dihindari.

"Kalau berkaitan menjalani Idul Adha, saya pikir itu kembali kepada diri masing-masing, jadi kita harus kontrol juga terhadap apa yang harus diperhatikan dan difokuskan dengan kebutuhan kita sendiri," ujar dr. Irwan.

Ia menekankan bahwa segala sesuatu yang berlebihan sebaiknya dihindari. Hal ini terutama berlaku saat hari raya ketika hidangan tersedia sepanjang hari.

Perhatian Khusus bagi Penderita Hipertensi

Sajian khas Iduladha seperti gulai dan rendang mengandung garam dan santan tinggi. Kandungan tersebut berpotensi menaikkan tekanan darah.

"Terutama yang hipertensi, jangan terlalu banyak makan yang asin-asin, terutama biasanya masakan-masakan saat Idul Adha seperti gulai dan lain sebagainya itu cukup berat, hindari," jelas dr. Irwan.

>>> 7 Inspirasi Nail Art Nuansa Nude untuk Clean Girl Aesthetic

Natrium dalam garam menarik cairan tubuh, menyebabkan tekanan pada dinding pembuluh darah meningkat. Proses ini memperburuk hipertensi.

"Karena garam itu mengandung natrium, natrium menarik air dari tubuh sehingga kandungan natrium tersebut bisa menyebabkan tekanan di dalam pembuluh darah meningkat, itu akan memperburuk hipertensi," ujarnya.

Tips Mengurangi Risiko Kesehatan

Masyarakat, khususnya penderita hipertensi, disarankan menggunakan garam rendah natrium saat memasak. Pembatasan asupan lemak dari daging kurban juga penting untuk menjaga kadar kolesterol.

Langkah lain yang bisa diterapkan adalah memilih potongan daging minim lemak. Kurangi konsumsi makanan yang diolah dengan santan.

"Kalau memang ingin makan yang agak sedikit banyak, lemaknya yang dikurangi, kalau asin, gunakan garam khusus, garam dengan kandungan rendah natrium," katanya.

>>> Presiden Prabowo Subianto Kunjungan Kerja ke Prancis, Salat Idul Adha di Luar Negeri

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak makan dalam porsi besar terus-menerus dari pagi hingga malam. Alasan ketersediaan stok makanan yang melimpah tidak boleh menjadi pembenaran untuk makan berlebihan.