Kapan Waktu Terbaik Berdoa di Hari Arafah? Ini Penjelasan soal Jam Wukuf di Mekkah

Menjelang Hari Arafah, banyak umat Islam di Indonesia mulai bertanya soal waktu terbaik untuk memperbanyak doa. Pertanyaan yang paling sering muncul ialah apakah doa harus disesuaikan dengan waktu wukuf jamaah haji di Padang Arafah, Mekkah.

Pertanyaan itu muncul karena Hari Arafah memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Pada hari tersebut, umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, istighfar, hingga membaca Al-Qur’an.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.” Hadis itu diriwayatkan Imam Tirmidzi.

Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa Hari Arafah menjadi salah satu waktu ketika Allah banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka.

Tidak Ada Kewajiban Menyamakan Jam dengan Mekkah

Meski begitu, para ulama menjelaskan tidak ada ketentuan khusus yang mewajibkan umat Islam di berbagai negara mengikuti jam wukuf di Mekkah agar doa dianggap lebih utama atau lebih mustajab.

Keutamaan Hari Arafah tetap berlaku sejak masuk tanggal 9 Dzulhijjah di wilayah masing-masing. Artinya, ketika Indonesia sudah memasuki Hari Arafah, umat Islam di Tanah Air sudah dapat memperbanyak ibadah dan doa tanpa harus menunggu waktu tertentu di Arab Saudi.

Karena itu, doa bisa dipanjatkan sejak pagi hingga malam hari. Tidak ada batasan bahwa doa hanya sah dilakukan ketika jamaah haji sedang menjalani wukuf.

Waktu Wukuf Tetap Dianggap Momentum yang Baik

Walau tidak wajib mengikuti waktu di Mekkah, banyak kalangan ulama memandang momen wukuf tetap memiliki suasana ruhani yang kuat. Saat itu jutaan jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk berdoa, menangis, dan memohon ampun kepada Allah Subhanahu Wata’ala.