Secara umum, wukuf berlangsung setelah waktu Dzuhur hingga menjelang Maghrib di Mekkah.

Jika dikonversi ke waktu Indonesia bagian barat, rentangnya kurang lebih berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga sekitar 22.00 WIB karena selisih waktu sekitar empat jam.

Tak sedikit umat Islam di Indonesia memanfaatkan waktu sore sampai malam pada Hari Arafah untuk lebih khusyuk beribadah. Ada yang memilih memperpanjang doa selepas Ashar, memperbanyak istighfar, atau menghabiskan waktu dengan membaca Al-Qur’an.

>>> Jadwal Program Trans TV Rabu, 27 Mei 2026: Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar Ada Film Bioskop The Message dan The Hitman's Wife's Bodyguard serta Link Nonton

Yang Utama adalah Ketulusan Hati

Pembahasan soal perbedaan jam sebenarnya bukan inti utama dalam ibadah Hari Arafah. Yang lebih penting ialah kesungguhan hati ketika memohon kepada Allah.

Doa tidak dinilai hanya dari ketepatan waktunya. Dalam banyak kesempatan, para ulama mengingatkan bahwa doa yang lahir dari hati yang benar-benar berharap dan merasa dekat kepada Allah memiliki nilai yang sangat besar.

Karena itu, saat Hari Arafah tiba, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah tanpa perlu sibuk memperdebatkan persoalan teknis waktu. Hari tersebut menjadi kesempatan untuk bermuhasabah dan mendekatkan diri kepada Allah.