Trump Tunda Regulasi Keamanan AI demi Kejar Ketertinggalan dari China
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda pengesahan instruksi presiden mengenai kajian keamanan kecerdasan buatan (AI) oleh pemerintah federal.
Penundaan dilakukan pada Selasa (26/5/2026), hanya beberapa jam sebelum pengumuman resmi.
>>> Kominfo Blokir 500 Aplikasi Game Penghasil Uang Palsu per Mei 2026
Langkah ini diambil demi memacu kecepatan pengembangan teknologi AI domestik agar tidak tertinggal dari China.
Trump menegaskan komitmennya untuk menjaga posisi kepemimpinan teknologi global tanpa terhambat proses kajian keamanan awal.
"Ada beberapa hal yang saya tidak suka, jadi saya tunda. Kita sudah di depan China dan yang lain, saya tidak mau ada penghalang posisi ini," kata Trump.
Dukungan dari Silicon Valley
Penundaan kebijakan pengawasan ini menjadi pencapaian besar bagi para petinggi perusahaan teknologi di Silicon Valley.
Kelompok industri yang melibatkan Elon Musk dan Mark Zuckerberg diketahui telah menggelontorkan dana jutaan dolar untuk lobi politik demi menentang regulasi ketat.
>>> FIFA Jamin Visa Timnas Iran untuk Piala Dunia 2026
Sikap anti-regulasi dari Trump dinilai menguntungkan sektor industri modern di AS.
Pihak industri berargumen bahwa kebebasan pengembangan tanpa hambatan aturan sangat diperlukan untuk memenangkan persaingan melawan ekosistem AI dari China.
Inisiatif Mandiri Perusahaan Teknologi
Di sisi lain, beberapa korporasi besar seperti Microsoft dan Google tetap mengambil inisiatif mandiri di tengah longgarnya aturan federal.
Kedua perusahaan mengirimkan permintaan kajian kepada badan standardisasi AI pemerintah untuk menilai model awal teknologi mereka berdasarkan parameter keamanan nasional.
Meskipun demikian, prosedur penilaian mandiri tersebut bersifat tidak mengikat bagi pelaku industri.
>>> Park Hang-seo Resmi Latih Klub Liga 2 Thailand Kanchanaburi FC
Berbagai upaya lobi dari pelaku pasar terus berjalan guna memastikan tidak ada peraturan baru yang mengekang kebebasan inovasi AI di AS.
Update Terbaru
IHSG Merosot 0,91 Persen Imbas Tekanan Saham Besar dan Sentimen Global
Selasa / 26-05-2026, 13:48 WIB
Membongkar Kegagalan Embargo dan Ketahanan Peradaban Iran
Selasa / 26-05-2026, 13:48 WIB
BRI Insurance Raih Penghargaan IRCA 2026 Atas Kepatuhan Regulasi
Selasa / 26-05-2026, 13:48 WIB
Cara Mengecek dan Membatasi Data Pribadi yang Disimpan Google
Selasa / 26-05-2026, 13:44 WIB
HBO Pertahankan Detail Buku dalam Serial Terbaru Harry Potter
Selasa / 26-05-2026, 13:44 WIB
Urgensi IFC Indonesia: Menjemput Dana Global untuk Kemandirian Ekonomi
Selasa / 26-05-2026, 13:44 WIB
Pertamina Bantah Larangan Pembelian Pertalite per 1 Juni 2026
Selasa / 26-05-2026, 13:44 WIB
Celyna Grace Juara Indonesian Idol 2026, Kalahkan Niki Becker
Selasa / 26-05-2026, 13:44 WIB
Gagal Bersaing, Sergio Conceicao Resmi Putus Kontrak dengan Al Ittihad
Selasa / 26-05-2026, 13:43 WIB
Investor Asing Net Sell Rp 823,3 Miliar di Sesi I, Saham BBCA Melemah
Selasa / 26-05-2026, 13:43 WIB
Polri Kembangkan ETLE Face Recognition untuk Lacak Pengendara Tanpa Pelat Nomor
Selasa / 26-05-2026, 13:43 WIB
12 Contoh Khutbah Idul Adha Singkat tentang Keikhlasan hingga Kepedulian Sosial
Selasa / 26-05-2026, 13:40 WIB
Kenjiro Tsuda Gugat TikTok atas Replikasi Suara AI
Selasa / 26-05-2026, 13:39 WIB
Jung Kook dan Calvin Klein Luncurkan Koleksi Kapsul CKJK
Selasa / 26-05-2026, 13:39 WIB






