PT Pegadaian (Persero) mencatat pertumbuhan laba sebesar 48 persen setelah resmi beroperasi sebagai bullion bank. Layanan bank emas ini diresmikan pada 26 Februari 2025 di Pegadaian Galeri 24.

Diversifikasi bisnis ini mengubah fokus perusahaan yang sebelumnya didominasi gadai tradisional. Kini Pegadaian memperluas monetisasi emas masyarakat.

>>> Ferrari Luncurkan Mobil Listrik Perdana Luce, Hasil Kolaborasi dengan LoveFrom

AVP Pengembangan Produk Investasi & Pembiayaan Bullion PT Pegadaian, Muhammad Abraham, mengungkapkan dampak positif langsung pada kinerja keuangan.

Hal itu disampaikan dalam acara Investortrust Power Talk Financial Series di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

"Kalau untuk benefit yang jelas yang berdampak langsung kepada kinerja kita. Habis itu kita juga monetisasi emas masyarakat yang selama ini hanya gadai," ujar Abraham.

Menurut Abraham, masyarakat selama ini hanya mengenal gadai dan tabungan emas. Dengan bullion services, Pegadaian bisa masuk lebih dalam ke bisnis emas.

Total emas yang dikelola Pegadaian saat ini mencapai 145 ton. Jumlah itu termasuk 20 ton titipan tabungan emas dari sekitar 22 juta nasabah di seluruh Indonesia.

Pertumbuhan ini didukung digitalisasi lewat aplikasi Tring! by Pegadaian.

Pegadaian juga memiliki jaringan 4.100 outlet dan 72.000 agen aktif.

Empat Pilar Layanan Bullion Bank

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), Pegadaian menjalankan empat pilar layanan utama. Layanan tersebut meliputi simpanan, pembiayaan, titipan, dan perdagangan emas.

Melalui implementasi ini, Pegadaian menguasai ekosistem emas nasional dari hulu ke hilir.

>>> Pep Guardiola Pamit dari Manchester City dalam Parade Pesta Perpisahan

Proses berjalan mulai dari produksi mandiri di pabrik Galeri 24 hingga distribusi ke konsumen, di luar sektor pertambangan.