Pensiunnya Valentino Rossi Turunkan Popularitas MotoGP di Italia
Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, mengakui bahwa MotoGP kehilangan pangsa pasar yang signifikan di Italia setelah pensiunnya Valentino Rossi.
Menurut Tardozzi, ketiadaan sosok ikonik seperti Rossi berdampak langsung pada minat penonton, terutama dari kalangan lansia yang sebelumnya setia menonton.
>>> Paderborn Bersiap Hadapi Wolfsburg pada Relegasi Bundesliga
"Valentino Rossi adalah seorang bintang, bahkan pahlawan bagi para nenek-nenek. Dia membuat mereka rela duduk di depan televisi untuk menonton MotoGP," ujar Tardozzi.
Dampak Sistem Siaran Berbayar
Selain faktor figur, peralihan hak siar ke platform digital berbayar juga mempercepat penurunan jumlah pemirsa.
Tardozzi mengeluhkan bahwa sistem Pay-TV membatasi pertumbuhan basis penggemar baru, meskipun memberikan stabilitas finansial bagi sirkuit dan tim.
"Hal ini tentu saja tidak membantu popularitas," keluhnya.
Meskipun pembalap modern seperti Francesco Bagnaia tetap terkenal di Italia, atmosfer kompetisi saat ini belum mampu menyamai era keemasan Rossi.
"Dalam beberapa tahun terakhir, Pecco Bagnaia juga sangat terkenal di Italia," tambah Tardozzi.
Perbandingan dengan Formula 1
Tardozzi juga menyoroti perbedaan antusiasme penonton antara MotoGP dan Formula 1, terutama dari keterisian tribun sejak sesi awal.
>>> Elfsborg Jamu Hacken di Allsvenskan, Kemenangan Jadi Target Mutlak
"Saya kaget dengan harga tiket untuk Formula 1. Saya juga kaget melihat tribun penuh pada hari Jumat pagi," ujarnya.
Ia menekankan bahwa MotoGP memiliki karakteristik dan standar keamanan berbeda yang tidak bisa digelar di sembarang lokasi mewah seperti Las Vegas atau Dubai.
"Bagi kami, beberapa hal memang kondisinya berbeda. Kami juga harus sangat memikirkan soal keamanan.
Itulah yang membedakan kami," imbuhnya.
Prospek di Bawah Liberty Media
Mengenai kepemilikan baru MotoGP oleh Liberty Media, Tardozzi menyatakan ketidakpastian terhadap arah promosi kejuaraan ke depan.
"Saya tidak tahu bagaimana segalanya akan berkembang dengan pemilik baru, bagaimana mereka ingin mempromosikan kejuaraan ini.
Tapi saya rasa Anda tidak bisa kembali lagi ke masa lalu jika sudah berbicara tentang bisnis TV berbayar," pungkasnya.
>>> Daniel Pancu Sepakat Latih Rapid Bucuresti Gantikan Galca
Kebijakan inklusivitas Liberty Media yang membatasi kuota pembalap Italia dan Spanyol di kelas junior juga berisiko menghambat aliran bakat dari VR46 Riders Academy milik Rossi.
Update Terbaru
Harga Emas Pegadaian 26 Mei 2026: Antam Naik, UBS dan Galeri 24 Turun
Selasa / 26-05-2026, 11:44 WIB
GWM Indonesia: Kenaikan Harga Solar Tak Ganggu Penjualan SUV Premium
Selasa / 26-05-2026, 11:44 WIB
Terlalu Bergantung pada Aplikasi Navigasi, Banyak Kendaraan Tersesat di Jalan Sempit
Selasa / 26-05-2026, 11:44 WIB
Paus Leo Serukan Pembatasan AI di Medan Perang dalam Ensiklik Perdana
Selasa / 26-05-2026, 11:44 WIB
Poster Xiaomi 17T Muncul di Toko Online, Fitur Kamera Premium Terungkap
Selasa / 26-05-2026, 11:44 WIB
Hogwarts Legacy 2 Diprediksi Rilis Bersama Serial HBO pada 2027
Selasa / 26-05-2026, 11:43 WIB
20 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 26 Mei 2026: Klaim Jutaan Koin dan Rank Up
Selasa / 26-05-2026, 11:43 WIB
Marvel Studios Ganti Pemeran Anak Frank Castle di Tayangan Spesial Disney+
Selasa / 26-05-2026, 11:43 WIB
Xiaomi 17T Siap Meluncur Global Akhir Mei 2026
Selasa / 26-05-2026, 11:43 WIB
Paus Leo Desak Pembatasan Ketat AI di Medan Perang
Selasa / 26-05-2026, 11:43 WIB
BPJS Kesehatan Dorong Pola Hidup Sehat Lewat Fun Run 2026 di Buleleng
Selasa / 26-05-2026, 11:39 WIB
Damri Luncurkan Bus Royal Class Baru untuk Rute Lintas Tiga Negara
Selasa / 26-05-2026, 11:39 WIB
HRC Nilai Performa Motor MotoGP 850cc Belum Bisa Disimpulkan
Selasa / 26-05-2026, 11:39 WIB
Xpeng Pertimbangkan Impor SUV GX ke Indonesia Jika Ada Setir Kanan
Selasa / 26-05-2026, 11:39 WIB






