Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Selasa, 26 Mei 2026.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, rupiah turun 13 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp 17.757 per dolar AS.

>>> Arab Saudi Gunakan AI dan Drone untuk Kendalikan Kerumunan Jemaah Haji

Pada penutupan sebelumnya, rupiah sudah terkoreksi 27 poin ke level Rp 17.744 per dolar AS.

Di sisi lain, indeks dolar AS justru melemah 0,17 persen ke level 99.070 pada hari yang sama.

Menurut MarketScreener, pelemahan greenback dipicu optimisme pasar terhadap peluang kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Mata uang euro bertahan di level 1,16365 dolar AS, sementara yen Jepang di posisi 158,95 per dolar AS.

Dolar Australia stabil di level 0,71665 dolar AS, mendekati posisi tertinggi dalam sepekan setelah menguat 0,65 persen pada Senin, 25 Mei 2026.

>>> Sani B Hermawan: Orang Tua Kunci Bangun Budaya Literasi Anak

Kepala strategi investasi Saxo Singapura, Charu Chanana, mengatakan pasar tepat memperhitungkan optimisme karena jalan menuju pembukaan kembali Hormuz menurunkan risiko ekstrem minyak, inflasi, dan pertumbuhan global.

Namun, ia menambahkan bahwa perdagangan ini kemungkinan tetap berisiko tinggi dan tidak menentu.

Analis strategi pasar OCBC memproyeksikan harga energi belum akan kembali ke level sebelum konflik dalam waktu dekat.

Normalisasi rantai pasokan global tetap membutuhkan waktu meskipun ada resolusi jangka pendek.

OCBC memperkirakan penurunan harga minyak yang lambat, bahkan jika harga turun di bawah US$ 100 per barel pada paruh kedua 2026.

>>> Umat Muslim Sambut Hari Arafah 2026 dengan Puasa dan Doa

Hal ini menunjukkan dukungan dolar AS terhadap neraca perdagangan tidak akan cepat memudar.