Riset Gartner memproyeksikan belanja global untuk teknologi AI akan mencapai US$2,5 triliun pada 2026. Angka tersebut diperkirakan terus naik hingga US$3,3 triliun pada 2027.

Alokasi dana terbesar diprediksi mengalir ke sektor pengembangan infrastruktur AI. Selanjutnya, aliran modal akan menyasar layanan penunjang dan pembuatan perangkat lunak berbasis AI.

Di pasar domestik, investasi AI diproyeksikan memberikan kontribusi ekonomi signifikan. Integrasi teknologi ini diperkirakan menyumbang hingga US$366 miliar terhadap PDB Indonesia pada 2030.

Akselerasi nilai ekonomi tersebut didorong oleh tiga sektor utama: manufaktur, e-commerce, dan layanan keuangan. Ketiganya tercatat paling aktif mengadopsi AI ke dalam sistem operasional bisnis.

Novse menilai perusahaan yang cekatan mengeksplorasi potensi AI akan mengamankan peluang tumbuh lebih besar. Fleksibilitas ini menjadi modal berharga di tengah transformasi digital yang cepat.

>>> Menang di Cannes, Sineas Rusia Kirim Pesan untuk Putin

"Organisasi yang akan berhasil di masa depan adalah mereka yang mampu mengadopsi AI yang bermanfaat dalam mendukung transformasi bisnis dan meningkatkan kelincahan operasional," tandasnya.