Kebutuhan akan infrastruktur digital yang aman, terintegrasi, dan mampu menampung operasional data skala besar semakin mendesak seiring meluasnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor.

Isu ini menjadi bahasan utama dalam ALE AI Forum 2026 yang digelar oleh ALE International melalui merek Alcatel-Lucent Enterprise di Jakarta.

>>> Nicolas Cage Klaim Christopher Nolan Tak Mau Rekrut Dirinya

Forum tersebut mempertemukan pelaku industri teknologi informasi dan komunikasi, pengambil keputusan bisnis, serta mitra teknologi.

Mereka membahas perkembangan penerapan AI, pengelolaan jaringan digital, dan penguatan data center di Indonesia.

Sejumlah pelaku industri berbagi pengalaman nyata mengenai implementasi AI.

Teknologi ini digunakan untuk mendongkrak efisiensi operasional, mengoptimalkan pengelolaan jaringan, serta memperkuat performa data center yang menangani volume data besar.

Transformasi AI dan Kesiapan Infrastruktur

Country Leader Alcatel-Lucent Enterprise Indonesia, Novse Hardiman, menyatakan bahwa AI telah menjadi elemen vital dalam operasional perusahaan di berbagai sektor.

Organisasi dituntut mematangkan kesiapan infrastruktur digital untuk mendukung adopsi AI secara optimal.

"Melalui forum ini, kami ingin membantu organisasi di Indonesia memahami cara mengadopsi AI secara strategis dengan membangun infrastruktur digital yang cerdas, aman, terukur, dan berbasis data," ujar Novse.

Ia menjelaskan bahwa penyederhanaan operasional pada infrastruktur digital memegang peranan penting. Langkah ini diperlukan untuk mendongkrak visibilitas sistem, memperkokoh ketahanan digital, serta memacu akselerasi transformasi berbasis AI.

>>> LG Gelar Kampanye Perangkat Rumah Tangga AI di Asia Tenggara

"Kami berupaya menyederhanakan kompleksitas operasional sekaligus memungkinkan inovasi dalam skala besar melalui jaringan yang aman, otomatisasi cerdas, dan solusi komunikasi terintegrasi," katanya.

Sinergi dan Proyeksi Investasi AI

Forum ini juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara penyedia teknologi, sektor privat, dan publik. Kolaborasi multisektor dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi digital di dalam negeri.