Penyerang asal Mesir, Mohamed Salah, resmi mengakhiri perjalanannya bersama Liverpool FC setelah sembilan tahun membela klub. Pengumuman kepergian pemain berusia 33 tahun itu diwarnai suasana emosional yang mendalam.

Salah mengakui bahwa perpisahan dengan klub Merseyside tersebut menjadi momen paling mengharukan dalam karier sepak bola profesionalnya di Eropa.

>>> Enzo Fernandez Berpeluang Gabung Manchester City pada Musim Panas 2026

"Sangat sulit meninggalkan tempat seperti ini. Saya sebenarnya bukan orang yang terlalu emosional, tetapi ini sangat sulit," ujar Mohamed Salah.

Selama membela Liverpool, Salah menjadi pilar utama yang membawa The Reds kembali ke jajaran elite sepak bola domestik dan internasional.

Ia sukses mempersembahkan trofi UEFA Champions League musim 2018/2019 dan mengakhiri puasa gelar 30 tahun Premier League pada musim 2019/2020.

"Kami berhasil melakukannya dan membawa klub ini kembali ke tempat yang seharusnya," tegas Salah.

>>> Jean-Paul van Gastel Bawa PSIM Yogyakarta Tampil Kompetitif di Musim Perdana

Selain itu, Salah juga mengoleksi gelar FIFA Club World Cup, UEFA Super Cup, Piala FA, dua Piala Liga Inggris, serta Community Shield.

Secara individu, ia meraih predikat pencetak gol terbanyak Premier League dalam beberapa kesempatan.

"Saya banyak menangis. Lebih banyak daripada sepanjang hidup saya," kata Salah.

Pada akhir masa baktinya, Salah memberikan wejangan bagi para pemain muda Liverpool. "Pesan saya untuk para pemain, ini bukan hanya tentang bakat.

>>> MilkLife Soccer Challenge Kudus dan Malang Seri 2 Tuntas Digelar

Yang paling penting adalah bekerja keras dan memberikan segalanya. Selalu," tegasnya.