Tekanan besar melanda Real Madrid di akhir musim setelah peluang memenangkan trofi utama kian menipis. Kondisi ini memicu perhatian dari mantan penyerang andalan mereka, Karim Benzema.

Legenda Los Blancos tersebut menyoroti adanya masalah mendasar dalam skema permainan tim saat ini. Benzema menilai performa Madrid sepanjang musim terhambat oleh kurangnya kerja sama antar pemain.

>>> Fans Arsenal Padati CFD Jakarta Rayakan Juara Liga Inggris

Masalah internal ini terasa kontras dengan standar tinggi yang melekat pada klub raksasa Spanyol tersebut. Di tengah situasi pelik, posisi Alvaro Arbeloa sebagai pelatih juga mulai diperbincangkan.

Atmosfer di dalam skuad Madrid dilaporkan semakin tidak nyaman. Hal ini terjadi setelah mereka tersingkir dari Liga Champions dan tertinggal jauh dalam perebutan gelar LaLiga.

Benzema kemudian membandingkan situasi Real Madrid dengan Paris Saint-Germain yang menurutnya tampil jauh lebih solid. Ia melihat perbedaan mencolok dari cara kedua tim memperagakan permainan.

“Di PSG, hal yang hebat adalah ketika pemain inti bermain, tim tetap berjalan dengan baik.

Lalu pelatih melakukan pergantian pada menit ke-60 atau 70, dan pemain yang masuk justru memberi kontribusi lebih besar,” ujar Benzema.

“Semua pemain tahu apa yang harus dilakukan dan kontribusi apa yang harus diberikan. Pemain inti tahu, pemain pengganti juga tahu.

Dan yang di bangku cadangan tidak marah,” lanjutnya.

Menurut Benzema, keadaan di Madrid jauh lebih rumit karena para pemain belum mampu tampil sebagai satu kesatuan.

>>> Tiga Pemain Timnas Indonesia Akhiri Musim Eropa 2025/2026 dengan Hasil Beragam

Ia juga melihat PSG tidak sekadar mengandalkan nama besar pemain, melainkan kerja kolektif seluruh anggota tim.