Sementara itu, Gilgeous-Alexander juga tercatat jatuh pada 19 dari 37 tembakan yang berbuah pelanggaran.

Reaksi Pemain Terhadap Atmosfer Pertandingan

Menanggapi sorakan ejekan dari para pendukung tuan rumah, Victor Wembanyama memberikan pandangannya.

"I'm just glad to be a part of something that's growing to be so beautiful," kata pemain asal Prancis tersebut.

Ia menilai situasi di lapangan sebagai bentuk persaingan yang sehat. "So pure and ethical basketball," tambahnya.

Ejekan penonton di arena lawan dinilai tidak memengaruhi performa Gilgeous-Alexander. Ia justru merasa tertantang dengan atmosfer pertandingan.

"The way I see it, the fans, the people that watched the games and root against us, they want their team to win," ujar Gilgeous-Alexander.

Ia menyatakan bahwa para pendukung timnya sendiri tidak akan pernah mempermasalahkan jumlah tembakan bebas yang ia dapatkan.

"You will never hear an Oklahoma City Thunder fan complaining about my free throws.

You will never hear a Lakers fan complaining about LeBron or Luka's free throws," tambahnya. Ia memahami sepenuhnya reaksi negatif yang ditunjukkan oleh para pendukung lawan.

"I get it, guys," lanjutnya. Sambil berseloroh, sang pemain bintang menyatakan bisa memaklumi perasaan para suporter tim lawan.

"I would hate me too," katanya.

Keberhasilan mengeksekusi 12 tembakan bebas pada paruh kedua pertandingan ketiga menjadi faktor krusial. Hal ini merusak ritme permainan bertahan dari pasukan San Antonio Spurs.

"I expect that from the opposing team," ujar Gilgeous-Alexander. Ia menambahkan bahwa penonton lawan hanya melakukan tugas mereka untuk membuat pertandingan menjadi lebih menarik.

>>> Spurs Ungguli Thunder di Paruh Pertama Game 4 Final Wilayah Barat