Sporting CP harus mengubur mimpi meraih trofi Piala Portugal setelah dikalahkan Torreense dengan skor 1-2 pada final yang berlangsung Minggu, 24 Mei 2026.

Kekalahan ini terjadi setelah babak perpanjangan waktu.

>>> Jakarta Pertamina Enduro Kalahkan Gresik Phonska Plus di Final Proliga

Hasil ini membuat klub berjuluk Leoes tersebut menutup musim tanpa satu pun gelar juara, meskipun mereka sudah memastikan tempat di fase liga Liga Champions.

Pernyataan Pelatih Rui Borges

Sebelum laga, pelatih Sporting CP Rui Borges sempat mengungkapkan kekhawatirannya kepada RTP tentang kondisi kecemasan yang bisa memengaruhi performa tim.

Ia menekankan bahwa Torreense layak dihormati sebagai tim besar.

“Kami harus memahami bahwa Torreense memiliki kualitas untuk berada di sini. Kami harus melihat Torreense sebagai tim hebat,” ujar Borges.

Borges menilai para pemainnya memiliki energi cukup dan motivasi tinggi untuk memberikan hadiah perpisahan bagi Quenda dan Morita.

Namun, di lapangan, tim gagal mewujudkannya.

“Mereka pantas mendapatkannya, tetapi harus membuktikannya hari ini. Saya merasa tim dan pemain terikat dalam hal tuntutan,” tambahnya.

Kekalahan ini juga diwarnai protes pendukung Sporting yang bersorak kecewa saat tim menerima medali perak di tribun stadion.

Borges mengakui timnya kesulitan mencetak gol. “Kami tidak bisa menyelesaikan peluang.

>>> Jakarta LavAni Kalahkan Bhayangkara Presisi di Leg Pertama Grand Final Proliga

Mereka beruntung dalam dua momen yang memang menjadi keunggulan mereka: bola mati dan skenario terlatih. Mereka sangat kompetitif secara defensif, dan kami tidak pernah konsisten,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kurangnya energi proaktif. “Kami terus bereaksi dan tidak pernah proaktif.

Lawan adalah pemenang yang adil. Pergantian pemain yang saya lakukan tidak memberikan energi yang diharapkan,” ucapnya.