Borges kemudian mengevaluasi musim secara keseluruhan. “Musim ini meninggalkan perasaan sedih bagi kami semua, mengingat apa yang mampu dilakukan para pemain sepanjang musim.

Mereka menunjukkan kualitas tinggi tetapi berakhir tanpa gelar. Kami tidak berhasil memberikan trofi kepada klub dan pendukung,” katanya.

Menatap musim depan, Borges menegaskan fokusnya pada pengembangan diri.

“Bagi saya sebagai pelatih, ini tentang melihat musim depan dan bagaimana saya bisa tumbuh untuk membuat Sporting lebih kuat.

Perubahan skuad akan ditentukan oleh pasar,” ujarnya.

Dalam pernyataan penutup kepada Sport TV, Borges mengakui besarnya tuntutan di klub sebesar Sporting.

>>> Indonesia Hadapi Aljazair di Laga Perdana Piala Thomas 2026

“Tim seperti Sporting ingin menang, ingin meraih gelar dan trofi, dan sayangnya kami tidak berhasil. Kami sama sedihnya dengan para pendukung,” pungkasnya.