Mobil sedan mungkin akan mengalami kebangkitan yang tak terduga. Pembeli mulai lelah dengan SUV yang membanjiri pasar.

Harga terjangkau dan efisiensi bahan bakar menjadi pendorong minat baru pada mobil tradisional. Kembalinya sedan juga bisa membawa manfaat lain: pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan.

>>> Toyota 4Runner 1996 Terjual Lebih Mahal dari Model Baru

Bukan rahasia lagi bahwa sedan telah menjadi spesies yang hampir punah selama dua puluh tahun terakhir.

Produsen mobil satu per satu menghentikan produksinya, menggantikan mobil berpinggang rendah dengan crossover, SUV, dan truk.

Konsumen mengikuti, grafik penjualan berubah, dan akhirnya membeli sedan terasa ketinggalan zaman. Kini, beberapa pengamat industri meyakini pendulum mungkin mulai berayun kembali.

Menurut analis dan eksekutif yang berbicara dengan Detroit Free Press, pembeli menunjukkan tanda-tanda kelelahan terhadap SUV.

Data Cox Automotive menunjukkan mobil kompak rata-rata sekitar $27.590, sementara SUV kompak berada di $37.514.

Di segmen menengah, celahnya semakin besar: sedan menengah rata-rata $34.069 dibandingkan lebih dari $50.000 untuk SUV menengah.

Data Edmunds dari kuartal pertama juga menunjukkan sedan kompak dan menengah menyumbang 14 persen dari pembelian arus utama, atau sekitar satu dari setiap tujuh kendaraan yang terjual.

Faktor Ekonomi dan Generasi Muda

Efisiensi bahan bakar juga menjadi faktor. Sedan biasanya memiliki keunggulan aerodinamis dan bobot lebih ringan daripada kendaraan utilitas yang lebih besar.

Menurut laporan, sedan bensin rata-rata dapat mencapai konsumsi bahan bakar gabungan sekitar 10 mpg lebih baik daripada SUV bensin besar.

Pembeli muda juga tampak tertarik.

Studi Escalent EVForward 2025 Teenagers DeepDive yang diterbitkan Februari 2026 mensurvei lebih dari 1.000 remaja berusia 14 hingga 19 tahun.