Persaingan memperebutkan dua tiket tersisa menuju Liga Champions musim depan melibatkan empat klub Serie A.

Mereka adalah AC Milan, AS Roma, Como, dan Juventus pada laga pamungkas yang digelar serentak Minggu, 24 Mei 2026 pukul 19.45 waktu Inggris.

>>> LaLiga Hypermotion Pekan ke-41: Perebutan Tiket Promosi dan Degradasi

Kombinasi Hasil dan Head-to-Head

Terdapat 81 kemungkinan kombinasi hasil pertandingan dari keempat tim tersebut. Mereka saat ini bersaing ketat di papan atas klasemen demi mengamankan posisi empat besar.

Berdasarkan regulasi Serie A, selisih gol tidak menjadi penentu utama jika ada dua tim atau lebih yang memiliki poin kembar.

Regulasi rekor pertemuan atau head-to-head yang menjadi penentu.

AC Milan dan AS Roma saat ini sama-sama mengoleksi 70 poin. Como dan Juventus berada di belakang mereka dengan raihan 68 poin.

Skenario rumit bisa terjadi jika Rossoneri dan Giallorossi bermain imbang. Sementara Como dan Juventus berhasil meraih kemenangan pada laga terakhir.

Jika kondisi tersebut terjadi, keempat tim akan finis dengan koleksi 71 poin yang sama.

>>> Igor Thiago Resmi Masuk Skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026

Klasemen mini berdasarkan hasil head-to-head di antara keempat tim akan dibuat untuk menentukan peringkat akhir.

Berdasarkan kalkulasi head-to-head tersebut, tim asuhan Max Allegri akan mengemas 10 poin dengan selisih gol +3.

Como mengoleksi 10 poin dengan selisih gol +2, Juventus mendapat 6 poin, dan Roma mengantongi 5 poin.

Posisi Menguntungkan AC Milan

AC Milan sebenarnya berada di posisi yang menguntungkan karena nasib mereka berada di tangan sendiri. Kemenangan atas Cagliari akan langsung menyegel tiket kelolosan.

Hasil imbang juga tetap bisa meloloskan Milan ke Liga Champions. Keunggulan rekor head-to-head dalam mayoritas skenario poin kembar menjadi faktor penentu.

Meski demikian, Milan bisa terlempar dari zona empat besar jika mereka meraih hasil imbang. Sementara Roma dan Juventus memetik kemenangan.

>>> FCSB vs Botoșani di Semifinal Baraj Conference League

Situasi tersebut dikarenakan rekor head-to-head antara Milan dan Juventus berimbang. Penentuan beralih ke selisih gol keseluruhan yang saat ini keunggulannya dipegang oleh Bianconeri dengan +27 berbanding +19.