Kekhawatiran soal biaya penggantian baterai mobil listrik kembali mencuat. Seorang pemilik Denza Z9 GT, sub-brand premium BYD, membagikan pengalamannya di media sosial Weibo.

Bagian bawah mobilnya mengalami kerusakan yang berdampak pada baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) Blade Battery 2.0.

>>> Pemerintah Gencarkan Konversi Motor Listrik dan Integrasi Energi Surya

Estimasi biaya penggantian baterai berkapasitas 122,5 kWh mencapai 78.700 yuan atau sekitar Rp176 jutaan (kurs Rp2.239 per yuan).

Harga tersebut hanya untuk unit baterai dari diler resmi Denza, belum termasuk biaya jasa pasang dan komponen habis pakai.

Jika dihitung per kWh, biayanya sekitar 642 yuan atau Rp1,4 jutaan.

Perbandingan dengan Denza N7

Pemilik Denza N7 juga turut berbagi pengalaman. Berdasarkan nota diler, biaya penggantian baterai 91 kWh mencapai 84.290 yuan atau sekitar Rp188 jutaan.

Denza N7 adalah SUV listrik medium dengan harga jual Rp581 jutaan hingga Rp648 jutaan.

Biaya baterai model ini memakan porsi 29 persen dari total harga mobil, meskipun proses penggantian ditanggung garansi pabrikan.

>>> Suzuki Every Facelift: Kei Van Rp134 Juta dengan Kaca Manual dan Transmisi Manual

Denza Z9 GT sendiri hadir sebagai mobil listrik bergaya Grand Tourer (GT) di China.

Harganya berkisar 269.800 yuan hingga 369.800 yuan (Rp604 jutaan–Rp827 jutaan), tersedia dalam varian PHEV dan EV murni.

Varian tertinggi diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.036 km.

Fitur pengisian daya cepat BYD Flash Charging dapat mengisi baterai dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam 5 menit.

BYD saat ini menempati posisi kedua setelah CATL dalam instalasi baterai kendaraan listrik, berdasarkan data China EV Datatracker.

>>> Wacana Konversi Motor Listrik Prabowo Dinilai Melompati Realitas

Skala produksi masif menjadi faktor utama BYD menekan biaya produksi baterai untuk lini mobil mereka.