Ini adalah risiko finansial serius di pasar di mana aktivitas broker dilaporkan melonjak. Beberapa dealer mengklaim broker kini memengaruhi sebagian besar penjualan regional, terutama di Timur Laut.

Seorang dealer di New Jersey mengaku kehilangan 50 persen pasar utamanya karena broker. Hal ini didukung oleh pelanggan yang membeli melalui broker tetapi kembali ke dealer untuk servis.

Kritik menilai praktik ini merusak perjanjian waralaba, mendistorsi sistem alokasi, dan menciptakan persaingan tidak seimbang. Pendukung broker berpendapat sebaliknya.

Mereka mengatakan broker memberikan pengalaman yang lebih lancar bagi konsumen dan menghindari negosiasi harga yang rumit di dealer.

Namun, regulator New Jersey tidak tertarik dengan perdebatan itu.

Komisi Kendaraan Bermotor New Jersey mengingatkan dealer awal tahun ini bahwa menjual mobil baru melalui broker melanggar aturan negara bagian.

Hal ini bisa mengancam lisensi dealer.

Regulator tampaknya semakin bersedia menegakkan hukum yang sebelumnya dianggap tidak aktif. Dealer sendiri terpecah dalam menyikapi aturan ini.

Beberapa dealer menginginkan penegakan yang lebih ketat karena pesaing dianggap memanfaatkan program insentif pabrik melalui penjualan berbasis broker.

Yang lain meragukan konsistensi penegakan oleh produsen.

Ada juga tantangan praktis dalam membuktikan keterlibatan broker.

Tanpa dokumen yang secara jelas mengungkap pembayaran atau koordinasi pihak ketiga, broker bisa tetap tidak terlihat dalam transaksi.

>>> BMW Vision Alpina Shooting Brake: Saingan Baru Bentley

Meski demikian, nada industri otomotif AS jelas berubah. Apa yang dulu ditoleransi secara diam-diam kini tampaknya akan dihentikan.