Bulan ternyata terus bergerak menjauh dari Bumi secara perlahan. Fenomena ini telah berlangsung selama miliaran tahun dan mulai menimbulkan dampak nyata.

Salah satu dampaknya adalah potensi hilangnya gerhana Matahari Total di masa depan. Hal ini diungkap berdasarkan pengukuran ilmiah yang dikutip dari Detik iNET.

>>> Emily in Paris Berakhir di Season 6, Syuting di Yunani

Kecepatan Bulan Menjauh

Jarak Bulan bergeser menjauh dengan kecepatan rata-rata sekitar 3,8 sentimeter per tahun. Kecepatan ini setara dengan pertumbuhan kuku manusia.

Meski terlihat kecil, dampaknya sangat besar dalam skala waktu kosmik. Kepastian fenomena ini diperoleh melalui Lunar Laser Ranging Experiment (LLRE).

Para peneliti menembakkan sinar laser dari observatorium Bumi ke reflektor yang ditempatkan astronot Apollo pada akhir 1960-an dan 1970-an.

Jarak Bumi-Bulan dapat dihitung hingga skala milimeter dengan mengukur waktu perjalanan pulang-pergi pantulan laser selama 2,5 detik.

Pengamatan berkala selama puluhan tahun mengonfirmasi bahwa jarak kedua benda langit terus bertambah luas.

Dampak pada Gerhana Matahari Total

Pergeseran orbit Bulan memengaruhi visualisasi gerhana Matahari Total dari Bumi. Saat ini, ukuran Bulan dan Matahari tampak sama besar karena kombinasi rasio jarak dan ukuran yang presisi.

Matahari memiliki diameter sekitar 400 kali lebih besar dari Bulan, namun posisinya juga 400 kali lebih jauh.

Keselarasan kosmik ini membuat Bulan dapat menutup seluruh piringan Matahari saat gerhana total.

Namun, jarak yang terus menjauh membuat ukuran visual Bulan di langit malam menyusut. Akibatnya, Bulan tidak lagi mampu menutupi seluruh permukaan Matahari.

>>> Xiaomi Siapkan Rp200 Triliun demi Mandiri Kembangkan Chipset XRING

Ilmuwan NASA Richard Vondrak memproyeksikan bahwa fenomena ini akan berakhir.