“Sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan melihat keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya,” ujarnya pada 2017 dikutip dari iflscience.

Setelah itu, wilayah Bumi hanya bisa menyaksikan gerhana Matahari cincin.

Saat itu, ukuran Bulan terlalu kecil untuk menutup Matahari sehingga menyisakan lingkaran cahaya seperti cincin terang di tepinya.

Kondisi Bulan di Masa Lampau

Karakteristik Bulan miliaran tahun lalu sangat berbeda. Ketika terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu akibat benturan kosmik, posisi Bulan sangat dekat dengan Bumi.

Beberapa ratus juta tahun setelah pembentukan, ukuran Bulan diperkirakan tiga kali lebih besar di langit dibandingkan sekarang.

Perubahan jarak ini dipicu oleh interaksi gaya gravitasi dan efek pasang surut air laut.

Rotasi Bumi yang lebih cepat secara bertahap menyalurkan energi ke orbit Bulan, mendorongnya ke posisi lebih jauh.

Proses ini juga memperlambat rotasi Bumi, sehingga durasi satu hari terus bertambah panjang meski perubahannya sangat mikro.

>>> Meta PHK 8.000 Karyawan Lewat Email Subuh Demi Dana AI

Dinamika ini membuktikan bahwa tata surya bersifat dinamis. Bagi manusia ratusan juta tahun mendatang, gerhana Matahari Total kemungkinan hanya menjadi catatan sejarah astronomi.