Pada Januari lalu, Departemen Kehakiman North Carolina memberi tahu VinFast bahwa mereka dinyatakan gagal memenuhi perjanjian dan berniat mengambil alih lahan.

VinFast membantah dan mengklaim telah memenuhi tenggat konstruksi serta akan membuka pabrik pada 2028.

Gugatan ini bertujuan untuk mengambil alih properti agar bisa digunakan oleh pihak yang benar-benar akan membangun fasilitas dan menciptakan lapangan kerja.

Jaksa Agung Jackson menegaskan VinFast gagal membangun pabrik dan menciptakan lapangan kerja seperti yang dijanjikan.

VinFast mencoba menyalahkan penghapusan kredit pajak kendaraan bersih atas keterlambatan proyek.

>>> Hyundai Recall 424.743 Kendaraan Akibat Airbag Meledak dan Rem Mendadak

Dalam pernyataan yang dikutip Bloomberg, perusahaan mengatakan perubahan kebijakan AS terkait industri EV telah memengaruhi jadwal proyek dan membutuhkan waktu tambahan untuk mengevaluasi kondisi implementasi yang tepat.