Yovie juga menyoroti pentingnya perlindungan ekonomi bagi pelaku industri kreatif, khususnya musisi dan pencipta lagu. Ia mengungkapkan lagu-lagunya telah diputar lebih dari 6,3 miliar kali di Spotify.

Namun, nilai royalti yang diterima pencipta lagu di Indonesia masih tertinggal dibanding Korea Selatan.

"Di Indonesia satu stream itu bisa satu rupiah dibagi 200. Korea bisa 27 kali lipat dari situ," kata Yovie.

Korea Selatan berhasil membangun industri kreatif bukan hanya lewat popularitas budaya, tetapi juga melalui sistem ekonomi yang menopang kreator.

Yovie meminta perbaikan regulasi dan pendekatan terhadap platform digital agar karya kreatif Indonesia memiliki nilai ekonomi yang lebih layak.

Yovie mengungkapkan salah satu lagunya pernah memenangkan penghargaan di Mnet Asian Music Awards (MAMA) di Korea Selatan.

Lagu itu bersaing dengan karya grup K-pop besar seperti BTS dan NCT. Menurutnya, hal itu membuktikan karya kreatif Indonesia mampu bersaing di panggung global.

>>> Yovie Widianto: AI Bisa Presisi Tapi Tak Punya Hati dalam Musik

"Indonesia itu salah satu negara terkaya dari sisi budaya. Tinggal bagaimana sekarang kita menghargainya secara ekonomi," pungkasnya.