Pelatih asal Brasil tersebut layak masuk dalam jajaran arsitek tim terbaik di pentas BRI Super League saat ini.

>>> Krisis Finansial PSBS Biak, Luquinhas Pilih Bertahan dan Tunjukkan Loyalitas

Berdasarkan catatan statistik, Borneo FC sukses mengemas 24 kemenangan, empat hasil imbang, dan hanya menelan lima kekalahan sepanjang musim berjalan.

Tim ini tampil sangat superior lewat produktivitas gol yang tinggi sekaligus kokoh di lini pertahanan.

Pesut Etam berhasil menggelontorkan 67 gol dan hanya kebobolan sebanyak 30 kali.

Catatan tersebut menempatkan Borneo FC sebagai tim paling produktif dalam urusan mencetak gol musim ini bersama dengan Malut United.

Kombinasi surplus hingga 37 gol dari 33 pertandingan menegaskan bahwa filosofi Lefundes adalah sepak bola menyerang untuk menang.

Karakter ini tetap terlihat menonjol meskipun sang pelatih gemar menerapkan formasi dasar 4-3-3 defending.

Borneo FC menorehkan rata-rata 2,03 gol dalam setiap laga yang merupakan rasio tertinggi dibandingkan dengan kontestan lain.

Ketajaman ini didukung penuh oleh kualitas materi pemain yang dimiliki oleh skuad Pesut Etam.

Mariano Peralta tampil sebagai sosok paling berpengaruh lewat kontribusi 18 gol dan 13 assist.

Kekuatan tim semakin lengkap berkat kehadiran legiun asing seperti Juan Felipe Villa, Caxumbu, Koldo Obieta, dan Joel Vinicius.

Kombinasi tersebut berpadu apik dengan barisan talenta lokal berkualitas.

>>> Bojan Hodak Berpeluang Cetak Hattrick Juara Bersama Persib Bandung

Kehadiran Nadeo Argawinata, Alfharezzi Buffon, Rivaldo Pakpahan, hingga Muhammad Sihran semakin memudahkan Lefundes dalam membentuk tim yang berkarakter kuat.