Cristiano Ronaldo akhirnya mengantarkan Al Nassr meraih gelar juara Saudi Pro League. Keberhasilan itu diraih pada Jumat (22/5/2026) dini hari WIB.

Namun, perjalanan menuju gelar tersebut tidak lepas dari kontroversi.

>>> Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar Mundur dari Timnas Voli Indonesia

Sejak Februari lalu, Ronaldo sempat absen dalam dua pertandingan liga, memicu spekulasi ketidakpuasan terhadap pengelolaan klub oleh Public Investment Fund (PIF).

Beberapa pihak menuding kompetisi terlalu memihak Al Nassr musim ini. Penyerang Al-Ahli, Ivan Toney, dan winger Brasil Galeno secara terbuka mempertanyakan netralitas liga.

Ronaldo Anggap Polemik Rusak Citra Liga

Menanggapi polemik, Ronaldo menilai hal itu justru merusak citra Saudi Pro League. "Saya rasa ini tidak baik untuk liga.

Semua orang mengeluh. Ini sepak bola, bukan perang," ujar kapten timnas Portugal itu.

"Saya akan berbicara di akhir musim karena saya telah melihat banyak hal buruk. Banyak pemain mengeluh lewat Instagram, Facebook, soal wasit, liga, hingga proyek yang berjalan.

Itu tidak bagus," tambahnya.

Proyek Olahraga Arab Saudi Mulai Lesu

Sorotan terhadap proyek olahraga Arab Saudi semakin tajam. Pada April, PIF dikabarkan akan menghentikan pendanaan LIV Golf setelah musim ini.

Penyelenggaraan 2029 Winter Asian Games juga resmi ditunda tanpa batas waktu.

>>> New York Knicks Kalahkan Cleveland Cavaliers 109-93 di Game 2

Di tenis, turnamen final musim WTA disebut bakal meninggalkan Arab Saudi setelah kontrak tiga tahun berakhir. Di sepak bola, euforia seperti 2023 perlahan memudar.

Klub-klub Saudi kini lebih fokus merekrut pemain muda ketimbang bintang veteran.

Momentum untuk Bangkit Kembali

Pengamat olahraga Simon Chadwick menilai kesuksesan Ronaldo bisa menjadi momentum penting. "Kesuksesan Ronaldo dan Al Nassr dapat memberikan dorongan besar yang sangat dibutuhkan sepak bola Arab Saudi," katanya.

Meski demikian, Saudi Pro League tetap aktif di bursa transfer. Al-Qadsiah menggelontorkan 57 juta poundsterling untuk striker Italia Mateo Retegui.

Al-Hilal merekrut Darwin Nunez dengan nilai 46 juta poundsterling.

Nama Mohamed Salah masih menjadi target utama Al-Ittihad, terutama setelah sang pemain dipastikan meninggalkan Liverpool musim panas ini.

Keberhasilan Ronaldo bersama Al Nassr bisa dianggap sebagai pembenaran investasi besar Arab Saudi.

Namun, momen ini juga berpotensi menjadi "perpisahan terakhir" era ketika klub Saudi mampu menghabiskan lebih dari 700 juta poundsterling dalam satu jendela transfer.

>>> Thomas Tuchel Coret Cole Palmer, Phil Foden, dan Harry Maguire dari Skuad Piala Dunia 2026

"Sekarang tergantung pada semua klub, liga, dan para pengambil keputusan untuk memanfaatkan kesuksesan yang telah dibantu Ronaldo hadirkan," tutup Chadwick.