PT Acer Indonesia tengah menyiapkan taktik bisnis untuk mengantisipasi kehadiran MacBook Neo di pasar laptop domestik.

Perangkat Apple itu disebut memicu guncangan karena harga jualnya lebih murah dari perkiraan awal.

>>> Motorola Luncurkan Moto G37 Power dengan Baterai 7.000 mAh

Langkah pemantauan ini dilakukan di tengah kondisi nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS. Demikian dilansir dari Detik iNET pada Kamis (21/5/2026).

Fokus pada Respons Konsumen

Consumer and Gaming Notebook Product Manager Acer Indonesia, Matius Tirtawirya, menyatakan bahwa perusahaan akan menganalisis respons konsumen secara saksama.

Keputusan meluncurkan produk tandingan akan menunggu hasil evaluasi pasar.

"Pertama kita akan melihat reaksi market dulu.

Karena kita akan monitor di situ, karena ketika nanti hasilnya bagus atau tidak, pastinya Acer juga akan melihat apakah Acer nanti akan membuat SKU yang sama, di range harga seperti itu, ataupun seperti apa," kata Matius.

Pihak manajemen menekankan bahwa kenyamanan operasional perangkat oleh konsumen menjadi tolok ukur utama. Pengalaman pengguna akan menentukan apakah Acer akan mengeluarkan varian baru di segmen harga tersebut.

"Kalau misalkan pengalaman pengguna di range harga seperti itu, dengan spesifikasi seperti itu kurang memuaskan, mungkin kita tidak akan mengeluarkan solusi seperti itu.

Tapi yang poin utamanya adalah pengalaman pengguna dengan SKU Acer," sambungnya.

>>> 5 HP Support eSIM Termurah 2026: Pilihan Mulai 2 Jutaan

Dampak Pelemahan Rupiah dan Kenaikan Harga

Matius mengonfirmasi adanya dampak langsung penurunan nilai rupiah pada harga jual perangkat Acer. Seluruh unit didatangkan melalui skema impor dari luar negeri.

Kenaikan harga produk di tingkat ritel telah terjadi sejak akhir tahun lalu. Penyebabnya adalah kelangkaan pasokan komponen memori RAM serta penyesuaian tarif layanan di platform e-commerce.